Total Tayangan Halaman

Minggu, 10 April 2016

Yang ku tulis kamu !



Yang ku tulis kamu !

Malam masih setia datang dan tepat pada waktunya, dengan ditemani hembusan angin yang di bawanya

Selamat malam untuk laki-laki yang pernah menawarkan harapan lebih

Selamat malam untuk laki laki yang dulu pernah berujuang untuk aku

Selamat malam untuk laki laki yang mencoba buat hari ku jauh lebih indah

Selamat malam untuk laki laki yang terlihat sangat mandiri

Selamat malam untuk laki laki yang menjadi contoh baik untuk ku


Setelah kepergian mu dari hati ku, beberapa hari ini rutinitas ku masih sama seperti hari hari saat masih bersama dengan mu, hanya saja yang berkurang tidak ada sapaan pagi mu untuk menahambah semangat ku bekerja yang bordering diponsel. Tidak ada yang bisa ku ganggu saat jam-jam beraktivitas.

Menanyakan kabar mu saja aku tak berani saat ini, hanya dengan secarik kertas online ini aku memberanikan diri untuk bertanya kepada mu  :) 

Bagaimana kabar mu saat ini ???

Apa sudah menemukan pengganti diri ku??

Iya aku yang dulu selalu kau sebut dengan wanita sempurna, wanita yang selalu manja terhadap diri mu. Wanita yang sudah ketergantungan dengan mu, sebenarnya aku menolak kuat dengan rasa ketergantungan ini sebab dia selalu saja menyiksa rindu. Namun apa daya kamu seperti mengandung nikotin.
Maaf jika aku masih bertanya dan menanyakan kabar mu.

Oh ya sebelum kamu menanyakannya, atau bahkan tidak akan pernah bertanya. Kabar ku disini baik dan mulai sedikit lebih membaik. Iya fisik ku memang terlihat baik-baik saja, namun hati dan psikis ini sedikit terganggu.

Aku canggung untuk sekedar menyapa mu dichat. Hanya untuk menanyakan kabar

“hai kak apa kabar ?”

Aku terlalu menuhankan gengsi, karena prinsip yang entah dari mana ku dapatkan “jgn chat laki laki duluan kalo enggak penting banget” ya tuhan .

Mungkin hari hari mu jauh lebih baik tanpa aku. Yang sellau mengganggu mu di tengah kesibukan mu.

“kak ? lagi dmna ?

“kak aku kangen !

“kak aku bĂȘte nih -_-

“kak kesini yukss

“kak aku mau cerita

“ih kakak mah gitu

Sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih. Kedatangan mu di hidupku sudah merubah persepsi ku tentang laki-laki . kepergian mu di hidupku juga sudah membuat aku belajar banyak hal. Terutama tentang tanggung jawab, komitmen dan sebuah konsistensi. Terimakasih sudah mengajarkan ku tertawa saat menangis, terimakasih sudah membuat ku merasa di hargai sebagai wanita mu dulu. Terimakasih telah memperlakukan ku seperti seorang putrid raja DULU . terimakasih sudah selalu ada disaat aku butuh kamu dulu.

Dan masih dengan tema yang sama ku bawa kan kali ini 


Selasa, 05 April 2016

Ternyata Malam itu yang terakhir

 Ternyata Malam itu yang terakhir

Gue enggak pernah tahu kalau malam itu malam terakhir yang bakal gue laluin ...
Detiknya jam yang seakan terus memaksa memutar keadaan, walaupun gue berusaha menghentikannya. kalau gue tahu malam itu yang terakhir gue ingi menghentikan waktu untuk sejenak saat dengannya. namun semua tinggal rencana yang menjadi wacana

Dengan harapan ini akan selalu terjadi saat cinta ditemukan. Namun faktanya gue tak sekuat itu, menghentikan detak jarum aja gue enggak sanggup. Apalagi menghentikan keadaan yang Tuhan mau. 

Bisa apa gue???
Hanya bisa meneruskan keadaan dan mengikuti skenario yang Tuhan kasih, berusaha untuk ikhlas walau itu sulit. Sama halnya mendorong batu sungai yang begitu besar.

Mengenalnya adalah hadiah yang terindah di hidup gue, sampai pada saatnya suatu hal yang gue takutin terjadi di depan gue. ketika nafas yang selalu gue hembuskan tidak akan pernah lagi terulang. Bukan senyum dari bibirnya yang gue tunggu, bukan juga canda-tawanya, apalagi marahnya, tapi kehadirannyalah yang selalu gue nantikan. Sejak pertama melihatnya, semua perasaan negatif yang selalu menempel di pundak seketika hilang, Atau mungkim hanyalah ilusi saja yg didiri gue karena dia terlalu indah di setiap langkah gue. Setiap menunggu ke hadirannya selalu terekam menjadi memori indah, bukan karena usaha gue untuk menunggunya, tapi indah karena setiap kali menunggunya itu tahu seberapa berharganya orang uang gue tunggu kehadirannya.

Orang bilang cinta itu indah dan gue sangat setuju akan hal itu, bukan tanpa alasan, tapi karena dialah satu-satunya alasan yang bikin gue setuju oleh apa yang orang bilang. Kadang muncul senyum tipis di bibirnya, kadang keluar juga tawa lebarnya saat gue dan dia duduk bersebelahan. Entah kenapa, gue lupa bagaimana rasanya sakit hati ketika dia ada di dekat gue, atau jangan-jangan dia adalah gabungan dari satu strip Panadol dan Paramex sehingga dia bisa meredakan rasa sakit, apa pun itu, yang jelas dia adalah obat dari segala sakit yang gue rasa.

Ga ada cerita panjang yang bisa gue ceritain lagi di hadapannya. Suara yang selalu masih gue ingat sampai saat in saat dia mengucap 'bebeb' tepat di hadapan gue dengan nada yang berbeda. Setiap usahanya yang memperjuangkan gue selalu berusaha gue hargai karena gue tau itu enggak mudah. Karena semuanya hanya bisa gue lihat di dalam ingatan. Kenapa bisa di dalam ingatan, karena kalo di dalem kotak amal infaq namanya.

Cinta kadang tak harus memiliki, tapi pada kenyataannya kita harus memiliki seseorang yang kita cintai. Untuk selalu bersama memang tidak sulit, karena yang sulit adalah mempertahankan kebersamaan .
Semua yang indah itu pun perlahan melangkahkan kakinya jauh, mata gue yang tidak pernah bosan menatapnya harus menjatuhkan air mata karena sudah terlalu lama menunggu kehadirannya seperti sedia kala. Mungkinkah semua moment itu akan kembali atau hanyalah sebuah mimpi panjang.

Hal yang selalu melekat pada dirinya adalah kebahagiaan, namun kini, kebahagiaannya diisi oleh orang lain di sana. Jika waktu bisa diputar kembali, gue ga ingin memutar waktu itu karena gue ingin dia tetap bahagia seperti kebahagiaan yang dia rasa saat ini bersama orang lain.
Andai gue bisa, gue sangat menginginkan untuk dipeluknya lagi. Meskipun gue selalu menantikan kehadirannya, jangan pernah khawatir, karena gue pun masih akan selalu bahagia, bahagia bersama kenangan indah darinya.

bagaimana pun gue akui kalo apa yang gue lakuin buat selalu ada untuknya ga bisa gua lakuin dengan baik, sekali pun gue selalu berusaha sekuat tenaga untuknya menahannya. 



Minggu, 03 April 2016

Lanjut lagi ??



Hei entah udah berapa lama gue enggak nulis blog karena emang sibuk banget sama kerjaan yang lumayan menyita waktu gue dan banyak lembur.
Mau cerita nih tentang laki-laki yang namanya ka Eno, hmm

3 April 2016 , pagi sekitar jam setengah delapan gue niat mau lembur kerja dan pas banget baru sampe depan teras kaki lemes sekita ngebca bbm yang isinya (minta putus) sumpah lemes gue langsung ngedeprok di teras rumah enggak jadi berangkat kerja. Cuma bias nangis.
Kecewa ??? iya gue kecewa tapi mau apa ??

Sedih ??? iya gue sedih. Tapi yaudahlah

Mau marah ??? iya gue pengen marah rasanya. Tapi bibir ini udah gak bias untuk terucap.

Untuk ketiga kalinya gue diputusin dengan Alasan
“KAMU TERLALU BAIK BUAT AKU”

Lalu kamu mau cari yang seperti apa ??? COPET ??

Hati berasa di bom bardir terus-terusan dan gue berusaha tetep tenang. Hmm hantaman angin yang luar biasa menghujam hati gue. Setelah gue bener-bener bias move on dari sosok kakak kelas gue dika prasetya, dan ka eno ngeruntuhin lagi. Jujur pas putus dari dika gue lama banget move on nya. Gue trauma gue takut buat pacaran lagi karena apa ???? gue takut hasilnya kayak yang sudah sudah.

Gada alasan “kamu terlalu baik buat aku” waktu putus sama kak dika gue yang mutusin karena ada sebab yang enggak bisa gue ceritain.
Gue ngerasa perubahan sikap eno emang beberapa bulan ini yang udah enggak kayak biasanya sekitar bulan Nopember gue lupa tanggal berapa gue curhat sama sahabat gue Andinda Juliantri .
Gue : nda kok gue udah ga nyaman ya sama eno
Dinda : kenapa gita ?
Gue : gue juga enggak tau nda.

Hmm 5 Maret 2016 itu malem terakhir kita jalan berdua ya kak, aku ngerasa ada yang beda sama sifat kamu malam itu tapi aku berusaha buat nutupin , aku terus ketawa pas di motor dan lain-lain tapi jujur aku udah enggak nyaman sebenernya. Mau nangis. Malem itu malem terakhir kita hujan-hujan bedua ya kak ya.

Hmm makasih ka udah bikin aku berhasil move on yang bener-bener move on. Terimakasih ka untuk tiap kali anter pulangnya pas kerja, terimakasih ka untuk jemput aku ditempat kerja. Terima kasih kak udah bikin aku ngerasain “jatuh cinta” lagi yang jatuh beneran, terima kasih kak semua candaannya, terimakasih ka untuk tiap jalannya berdua ehh bertiga sama motor vario birunya, terimakasih ka untuk traktirannya terima kasih ka udah nerima aku apa ada nya 10 bulan terakhir ini. Terima kasih kak udah bela-belain jemput aku pas aku sakit, terimakasih ka buat garskin liverpoolnya. Dan makasih buat boneka Aremanya, boneka Arema masih ada tu di kamar gita. Dia bilang “gita enggak boleh galau, harus rajin belajar biar bisa pake toga” terimakasih untuk khayalan khayalan yang udah aku certain ke kk. Kk inget gak ????

Cepet lulus yahh dan semoga bias jauh lebih dewasa kak

Hmm makasih ya buat rasa sakitnya dipagi hari , rasanya pagi itu aku bener-bener enggak nyangka bakal kejadian kayak gini. Dan cukuplah ya cukup kak dika aja yang bikin aku enggak bias move on sampe stress enggak ada kak dika untuk kedua kalinya yang berwujud kak Eno . sudah lelah

Menulis tentang mu adalah cara ku agar tetap waras ‘backtoyou

Jumat, 01 Januari 2016

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut, Rindu ini gemar sekali mengajak ribut

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut
Rindu ini gemar sekali mengajak ribut


Permintaan yang mungkin sederhana,
sesederhana membalikan telapak tangan ini.
Aku berusaha merancang dan menyusun doa-doa
Semoga tercatat rapi untuk malam ini,
Dan malam-malam yang akan datang

Kau tau ???
Hal yang mungkin membuat ku 
sedikit bimbang tentang semua doa
Karena takut yang ku harapkan tak terkabul
Tapi Tuhan pasti tau yang terbaik untuk ku

Tapi apa ??
Aku hanya perempuan biasa 
dan sangat biasa
tidak memiliki kelebihan untuk bersabar

Mungkin jika doa ku tak terkabul 
aku akan menyerah,

Namun tidak Tuhan tetap meminta ku
 untuk terus dan terus dekat dengan nya
Tak ada hal indah selain menumpahkan
 tangisan di hadapannya saat ini

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut kehilangan,
Rindu ini terus memaksa ku dan mengajak ribut.
Kini kepala ku dan hati ku sedang ramai ,
ada demo yang menuntut keadilan disana

Untuk sebuah kejahatan yang mengatasnamakan
“kesibukan” yang tidak bisa di toleransi lagi.

Ku berharap kejahatan itu di ikat kuat di jeruji besi yang membuatnya jera.

Dan apakah kau tau ???
Aku rajin mengangkat kedua tangan ku
dan menundukan kepala ini sejenak
Mengisi telapak tangan ini dengan harapan
Merenungkan hati ini dengan tetesan air mata
Mengucapkan nama mu di sebuah sajadah
Menyulam sebuah kegelisahan dengan kata
Amin ......

Dan mengajarkan sebuah rindu 
untuk tabah menghitung waktu,
Ku tau rindu tak harus dengan temu
namun dengan doa yang ku lakukan

Agar dia betah,
Dia sabar
dan tabah menahannya
Menemani jam yang selalu tak pernah mengeluh
dengan rahasia  waktu di setiap detiknya

tapi sekali lagi pikiran ini tak sekuat dan setabah jarum jam
pikiran ini masih mencoba mengeluh
mengeluh dengan akrabnya rasa ketakutan

siapa yang membuat ku rajin berdoa ??

sebab diri ku tidak siap menerima kehilangan
sebab dia hanya memberikan dua pilihan
antara bersabar berharap temu itu akan hadir
atau meneteskan buliran air kecil 
yang jatuh dari bola hitam kecil

Mungkin secarik tulisan ini membuat mu tak tenang,
Namun tunggu jangan marah pada ku
Sebab aku hanya ingin berbaik sangka
Memastikan mu baik-baik saja disana
Dengan rasa kepercayaan ku yang kutitipkan pada mu

Jika Tuhan punya waktu senggang
untuk membaca tulisan ku
aku punya permintaan sederhana

“Pertemukan kita dalam 
keadaan jatuh cinta”

Karena aku, telah mengikat janji
Pada semua nadi jantungku

Tiada yang boleh berdenyut
selain untuk mu ....................

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...