Total Tayangan Halaman

Jumat, 01 Januari 2016

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut, Rindu ini gemar sekali mengajak ribut

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut
Rindu ini gemar sekali mengajak ribut


Permintaan yang mungkin sederhana,
sesederhana membalikan telapak tangan ini.
Aku berusaha merancang dan menyusun doa-doa
Semoga tercatat rapi untuk malam ini,
Dan malam-malam yang akan datang

Kau tau ???
Hal yang mungkin membuat ku 
sedikit bimbang tentang semua doa
Karena takut yang ku harapkan tak terkabul
Tapi Tuhan pasti tau yang terbaik untuk ku

Tapi apa ??
Aku hanya perempuan biasa 
dan sangat biasa
tidak memiliki kelebihan untuk bersabar

Mungkin jika doa ku tak terkabul 
aku akan menyerah,

Namun tidak Tuhan tetap meminta ku
 untuk terus dan terus dekat dengan nya
Tak ada hal indah selain menumpahkan
 tangisan di hadapannya saat ini

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut kehilangan,
Rindu ini terus memaksa ku dan mengajak ribut.
Kini kepala ku dan hati ku sedang ramai ,
ada demo yang menuntut keadilan disana

Untuk sebuah kejahatan yang mengatasnamakan
“kesibukan” yang tidak bisa di toleransi lagi.

Ku berharap kejahatan itu di ikat kuat di jeruji besi yang membuatnya jera.

Dan apakah kau tau ???
Aku rajin mengangkat kedua tangan ku
dan menundukan kepala ini sejenak
Mengisi telapak tangan ini dengan harapan
Merenungkan hati ini dengan tetesan air mata
Mengucapkan nama mu di sebuah sajadah
Menyulam sebuah kegelisahan dengan kata
Amin ......

Dan mengajarkan sebuah rindu 
untuk tabah menghitung waktu,
Ku tau rindu tak harus dengan temu
namun dengan doa yang ku lakukan

Agar dia betah,
Dia sabar
dan tabah menahannya
Menemani jam yang selalu tak pernah mengeluh
dengan rahasia  waktu di setiap detiknya

tapi sekali lagi pikiran ini tak sekuat dan setabah jarum jam
pikiran ini masih mencoba mengeluh
mengeluh dengan akrabnya rasa ketakutan

siapa yang membuat ku rajin berdoa ??

sebab diri ku tidak siap menerima kehilangan
sebab dia hanya memberikan dua pilihan
antara bersabar berharap temu itu akan hadir
atau meneteskan buliran air kecil 
yang jatuh dari bola hitam kecil

Mungkin secarik tulisan ini membuat mu tak tenang,
Namun tunggu jangan marah pada ku
Sebab aku hanya ingin berbaik sangka
Memastikan mu baik-baik saja disana
Dengan rasa kepercayaan ku yang kutitipkan pada mu

Jika Tuhan punya waktu senggang
untuk membaca tulisan ku
aku punya permintaan sederhana

“Pertemukan kita dalam 
keadaan jatuh cinta”

Karena aku, telah mengikat janji
Pada semua nadi jantungku

Tiada yang boleh berdenyut
selain untuk mu ....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...