Sejak
menjadi akrab dengan rasa takut
Rindu ini gemar sekali mengajak ribut
Permintaan yang mungkin
sederhana,
sesederhana membalikan
telapak tangan ini.
Aku berusaha merancang
dan menyusun doa-doa
Semoga tercatat rapi
untuk malam ini,
Dan malam-malam yang
akan datang
Kau tau ???
Hal yang mungkin
membuat ku
sedikit bimbang tentang semua doa
Karena takut yang ku
harapkan tak terkabul
Tapi Tuhan pasti tau
yang terbaik untuk ku
Tapi apa ??
Aku hanya perempuan
biasa
dan sangat biasa
tidak memiliki kelebihan untuk bersabar
Mungkin jika doa ku tak
terkabul
aku akan menyerah,
Namun tidak Tuhan tetap
meminta ku
untuk terus dan terus dekat dengan nya
Tak ada hal indah
selain menumpahkan
tangisan di hadapannya saat ini
Sejak menjadi akrab
dengan rasa takut kehilangan,
Rindu ini terus memaksa
ku dan mengajak ribut.
Kini kepala ku dan hati
ku sedang ramai ,
ada demo yang menuntut
keadilan disana
Untuk
sebuah kejahatan yang mengatasnamakan
“kesibukan”
yang tidak bisa di toleransi lagi.
Ku berharap kejahatan
itu di ikat kuat di jeruji besi yang membuatnya jera.
Dan apakah kau tau ???
Aku rajin mengangkat
kedua tangan ku
dan menundukan kepala
ini sejenak
Mengisi telapak tangan
ini dengan harapan
Merenungkan hati ini
dengan tetesan air mata
Mengucapkan nama mu di
sebuah sajadah
Menyulam sebuah
kegelisahan dengan kata
Amin ......
Dan mengajarkan sebuah
rindu
untuk tabah menghitung waktu,
Ku tau rindu tak harus dengan
temu
namun dengan doa yang
ku lakukan
Agar dia betah,
Dia sabar
dan tabah menahannya
Menemani jam yang
selalu tak pernah mengeluh
dengan rahasia waktu di setiap detiknya
tapi sekali lagi
pikiran ini tak sekuat dan setabah jarum jam
pikiran ini masih
mencoba mengeluh
mengeluh dengan
akrabnya rasa ketakutan
siapa yang membuat ku
rajin berdoa ??
sebab diri ku tidak
siap menerima kehilangan
sebab dia hanya
memberikan dua pilihan
antara bersabar
berharap temu itu akan hadir
atau meneteskan buliran
air kecil
yang jatuh dari bola hitam kecil
Mungkin secarik tulisan
ini membuat mu tak tenang,
Namun tunggu jangan
marah pada ku
Sebab aku hanya ingin
berbaik sangka
Memastikan mu baik-baik
saja disana
Dengan rasa kepercayaan
ku yang kutitipkan pada mu
Jika Tuhan punya waktu
senggang
untuk membaca tulisan
ku
aku punya permintaan
sederhana
“Pertemukan
kita dalam
keadaan jatuh cinta”
Karena aku, telah
mengikat janji
Pada semua nadi
jantungku
Tiada yang boleh
berdenyut
selain untuk mu ....................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar