Total Tayangan Halaman

Kamis, 08 Mei 2014

Mantan Tak Indah


Mantan Tak Indah

Heii balik lagi :D kali ini gue temanya bikin artikel hehe, gak tau deh ya bagus apa enggak. Ini juga yang ngajakin si Dewi kalo mau tau siapa Dewi bisa di follow twitternya dan ke blognya . Hehe semoga aja yang baca suka. Ohh iya artikel ini gue bikin dalam kondisi penuh banyak tugas dari guru jadi maklumin aja kalo kata-katanya kurang bagus yakk hehe. Judulnya itu sih, tapi gada kaitannya sama pribadi gue kok. Itu cuman inspirasi gue aja. Oke daripada kelamaan mendingan lanjutin aja ;D


Kamu yang dulu ...
Waktu awal pertemuan kita di salah satu sekolah tempat aku dan kamu menuntut ilmu. Disana kamu memandangi ku setiap kali pertemuan kita. Aku nampak heran jika bertemu dengan mu, dan dimana-mana aku menuju di setiap titik disekolah selalu berpapasan dengan mu. entah memang kamu yang sengaja mengikuti gerak-gerik ku ataupun suatu kebetulan yang terlalu sering aku alami. Awalnya kita tidak saling kenal, bahkan tak pernah saling sapa. Apalagi sikap ku yang sangat diingin dan kaku jika dengan orang yang tidak begitu aku kenal. Kamu yang secara diam-diam memperhatikan aku di social media milik ku. Kamu yang mencari tahu jati diri ku, kamu tahu semua tentang aku, mulai dari tim sepakbola favorite ku, pemain bola idola ku, dah band favorite ku, bahkan kamu mengetahui seseorang yang aku kagumi yaitu kakak kelas disekolah. Sampai suatu ketika kamu membuka awal pembicaraan kita. Ketika aku sedang duduk di depan kelas bersama teman-teman ku. Dan kamu tiba-tiba datang tanpa basa-basi dengan ku.
“hai, aku boleh tau nama kamu?” ucap mu dengan senyum malu pada ku.
Aku yang terkejut dengan kehadiran mu yang datang tanpa permisi terlebih dahulu aku nampak bingung. 

“aku?” ucapku bertanya padanya yang duduk disamping ku.
Dan kamu menjawabnya iya. “iya  kamu, emang siapa lagi?”ucapnya penasaran.
“aku Andin, kenapa?”

“hmm,, oke nama aku endo” ucapnya padaku.

Dan lalu kamu pergi tanpa permisi menyelonong pergi ketika sudah kuberi tahu nama ku.
Malam yang sunyi di temani semilir angin yang mengarah ke jendela kamar ku, aku yang sedang membuka social media milik ku. Dan ketika aku membukanya ada pesan dari seseorang yang baru saja tadi pagi di sekolah jam istirahat menanyakan nama ku. Ya Endo nama orang yang mengirim pesan yang berisi 

“Hai Andin;) masih inget aku?”

Lalu aku membalas pesan singkat itu “iya masih” balas ku singkat untuknya lalu dia membalasnya kembali “besok bisa ketemu di depan kelas kamu sebentar?”
“iya bisa.”

Setibanya disekolah dia telah berada di depan gerbang menunggu ku “andin” ucapnya memanggil ku “ada apa?”tanya ku padanya.

“kamu kelas berapa din kalo aku boleh tau?”

“aku XI IPA 2. Kamu sendiri ?” jawab ku dan berbalik bertanya padanya.

“Aku kelas XI IPS 3 din.” Ucapnya padaku.
“oh anak IPS.” Ucap ku singkat.

“din boleh minta nomer kamu ?” ucapnya pada ku.

“iya boleh. Oh iya ndo alasan apa sih kamu selalu tiba-tiba ketemu aku terus ?”tanya ku padanya.
“aku udah lama merhatiin kamu din”

Kamu yang sebulan ini menemani hari ku, dan membangunkan pagi ku. Kamu yang setiap hari mungkin mengganggu ku untuk beberapa detik karena pesan singkat dari mu. tapi aku ikhlas untuk membacanya setiap kali pesan itu hadir di ponsel milik ku. Aku selalu senang saat membalas pesan singkat mu itu. Sampai suatu saat setelah kita mencoba lebih dekat kamu mengatakan pada ku “din aku suka sama kamu din aku sayang sama kamu din.” Ucapnya padaku.

“ah jangan becanda deh Endo, gak suka gue !!” ucap ku padanya

“aku gak bercanda kok din. Ini serius.”

“terus gue harus gimana ya ?” ucapku padanya

“ya kamu gimana maunya?”

Manisnya cinta mu untuk ku, menyambut ku dengan sejuta kebahagian menjanjikan pada ku. Bahwa kamu akan selalu bersama dengan ku. Ku kira aku sudah bisa untuk mencoba menjalin cinta, namun nyatanya salah aku gadis dan baru duduk di kelas XI SMA yang masih bisa belum menafsirkan apa arti cinta yang benar. Egois ku ini masih terlalu besar, aku tau aku egois bahkan sangat egois. Aku memang kekasih mu namun aku adalah orang yang masa bodo dengan hal apapun, dan apapun itu tingkah laku mu tak pernah aku ingin tau. Walaupun menjadi kekasih mu aku tak pernah ingin tau kabar mu, tak mencoba menanyakan kabar mu terlebih dahulu, dan selalu kamu yang lebih dulu. Mungkin kamu bosan dengan sikap ku yang diingin dan cuek terhadapmu. Sampai suatu ketika kamu tidak memberi kabar pada ku dan aku disitu sangat ambigu dan aku merasakan aku kehilangan kamu. 

“Endo, kamu kemana?”
“endo kok sms aku gak dibales?”
“endo kamu gak ada pulsa?”
“endo....... jahat”

Beberapa pesan yang ku kirim tidak satupun dibalasnya. Aku tau ndo ini salah aku, ini keegoisan aku, aku ingin menang sendiri dan tidak ingin tahu perasaan kamu kepadaku. Tapi aku mohon Endo jangan giniin aku.
Sampai disekolah aku langsung mencari Endo dikelasnya.

“Endo mau ngoomong sebentar dong.” Ucap ku sambil menariknya keluar kelas.
“kenapa din?” tanyanya padaku.
“kamu kemana kemaren aku sms gak bales-bales?”tanyaku padanya.

“aku capek din, kalo jadi pacar kamu tapi udah kayak wartawan nanya terus ke kamu nah kamu sedikit pun gak pernah nanya keadaan aku. Kamu bales semau kamu sesuka kamu.” Jelasnya padaku.

“jadi Cuma gara-gara itu ndo kamu dendam sama aku?” tanya ku lagi.
“aku gak dendam sama kamu, Cuma kamu egois din apapun yang kamu mau harus orang lain nurutin tapi kalo orang lain mau tapi apa kamu mau nurutin din ?? mau din?? Aku rasa enggak din kamu itu keras kepala din, egois din, maunya menang sendiri, cewek manja yang terlalu cuek.” Ocehnya pada ku.

“Endo...”
“kenapa mau nangis? Aku kenapa mau bilang aku apa din, sesuka kamu lah din” ucapnya padaku.

“oke ndo hubungan kita cukup ndo sampe sini, intinya semua yang kamu bilang sayang sama aku itu bohong ndo. Kalo kamu sayang sama aku, mestinya kamu bisa nerima semua itu ndo.” Ucapku padanya dan kembali kekelas.

“yaudah din kalo itu mau kamu.”ucapnya padaku.


Aku kira hubungan ku dengan endo akan lancar seperti anak-anak seusia ku namun nyatanya tidak. Hubungan yang mungkin empat bulanan ini endo selalu nemenin aku, tapi sekarang aku harus bener-bener tanpa kamu ndo. Aku minta maaf ndo kalo aku egois atau apa selama ini tapi aku emang gini ndo sikap aku gini ndo ini mungkin kekurangan aku. Tapi kamu gak bisa nerima, semua kekurangan aku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...