Sayang . . .
Ucapku dalam hati
Pagi ini kamu berbeda
Siang ini kamu berbeda
Malam ini kamu berbeda
Aku tak tahu ini
Mengertimu menurut versiku, mungkin hanya perasaanku saja tapi memang sepertinya iya,
aku yang terlalu mengertimu,
kamu kemana ?
Aku tak ingin menganggap semua yang terjadi beberapa hari ini menyebalkan, terkesan aku ‘terpaksa’ mengertimu.
Aku tak meminta semua waktumu untuk ku bukan ?
Tidak, aku tidak pernah seperti itu. Hanya terkadang aku ingin di temani, merasakan hadirmu. Seperti dulu
Merasakan getar ponsel ku diselah selah kesibukanku bekerja
Notif pesan di ponselku setiap hari
Video call di jam jam aku kerja
Menelpon ku di jam jam saat aku dikantor
Sayang, apa kamu tau? Aku kecanduan akan semua itu
Apa itu salah ?
Aku mengertimu, sangat, dengan segala kesibukanmu. Meski kadang di sudut hati yang lain aku merasa sesak, iya.
Aku sesak pada rinduku sendiri,
Rindu yang tak berujung.
Harusnya aku bisa sepertimu, menelan rindu dengan segudang kesibukan.
Tapi aku bukan kamu.
Aku wanita biasa seperti wanita lainnya, yang terkadang merasa lelah dan ingin di temani, di dengarkan.
Ya aku tahu mungkin terlalu memaksa keadaan jika aku seperti ini.
Aku tahu waktu mu bukan hanya untuk ku. Kamu punya kesibukan sendiri yang memang harus di selesaikan. Tapi apa tak boleh aku meminta mu seperti kamu yang dulu yang selalu mengganggu ku.
Kamu tahu ?
Aku rindu itu . . .
Mungkin salahnya di sini aku terlalu punya banyak waktu untuk KITA. Hingga aku merasa terabaikan, dan kamu hanya punya waktu sedikit untuk kita hingga kamu merasa terbebani ketika aku merengek seperti anak kecil pada mu.
Maaf aku tahu, aku salah
Kamu sibuk,
aku tau,
aku juga tak merengek-rengek minta waktumu untuk ku.
Kamu yang minta kan ? aku harus mengertimu,
Memahami keadaanmu di sana.
Menerima segala kejahatan yang mengatasnamakan kesibukanmu di sana, aku mengerti pakai sangat teramat mengerti.
Bahkan dengan cueknya mengabaikan rinduku sendiri. Bukan aku yang meminta, tapi rindu ini.
Aku memahami,
Membiarkanmu dengan kesibukanmu tanpa berusaha protes, membiarkan kamu tanpa ingin mengganggu.
Aku menunggu kamu di setiap waktu yang ada kecuali kalau aku tidur.
Aku hanya mendapat sisa dari 24 jam waktu kamu, Mengalah, berpura-pura aku juga mau tidur, menghabiskan sisa malam dengan lamunan.
Dari semua sikap ku yang menurut mu aneh . Aku hanya ingin tolong kamu jangan berubah,
tetap seperti dulu,
Seperti kamu yang dulu yang selalu mengganggu ku.
Apa aku pernah marah ketika kamu mengganggu jam sibuk ku ?
Apa aku pernah mengucap kata tak mengenakan ketika kamu mengganggu ku ??
Tidak kan ?
Tapi kenapa ketika aku yang berbalik melakukan hal seperti itu wajah mu kusut.
Aku tau, Aku Salah . . .
Aku terlalu mencintai mu
Dari aku
-Aku adik kelasmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar