Bukan ku tak mau, tapi aku
masih mencoba menyatukan kepingan ini
Malam yang selalu berganti
perlahan namun pasti,
Waktu yang terus berputar
perlahan namun pasti,
Langkah kaki yang membawa ku
perlahan entah dia mengarah ke hati yang mana
Hanya harapan mimpi atau nyata
???
Sudah berapa kali hati ini
terluka dan sudah berapa kali aku berusaha menyembuhkannya dengan membereskan
kepingan hati yang bersrerakan. Melangkah dengan orang yang aku anggap sebagai
pereda sesak di dada. Namun nyatanya luka itu hadir lagi.
Kau yang pernah ku percaya
akan menjadi pelindung hati ku , kau adalah laki-laki pertama yang mampu
mengambil seluruh perhatian ku hanya tertuju pada mu. Pembawaan mu yang
terlihat kalem selalu mampu menyihir ku untuk beranggapan bahwa kau adalah benar-benar
lelaki yang baik karena setidaknya ke khawatiran ku terjawab setiap kali aku
melihat sikap mu.
Kamu tau ???
Aku berusaha mencoba membuka
hati beberapa kali setelah perpisahan dengan mu namun nyatanya selalu gagal.
Entah memang mereka hanya menganggap hati sebercanda itu atau diri ku sendiri.
Aku belum siap disakiti lagi,
Aku belum mau ada orang yang
menghancurkan kepingan yang ku rapikan setelah peripisahan dengan mu,
Kamu tau ???
Untuk saat ini aku belum siap
untuk Jatuh cinta lagi aku masih menikmati
kesendirian ini, aku masih merasa semua akan baik-baik saja tanpa sang
penakhluk hati. Hidupku berjalan seperti biasa aku merasa nyaman dengan keadaan
ini. Aku berusaha menyibukan diri dan membuang jauh-jauh semua pikiran negatif
yang selalu menghantui tentang keberadaaan hati mu.
Kamu tau ???
Ada makhluk sejenis mu yang
mungkin tulus terhadap ku tapi apa yang ku lakukan. Aku masih berusaha menutup
diri. Bukan tidak mau. Tapi aku belum siap bila harus meneteskan air mata lagi
untuk masalah hati.
Luka-luka dari cinta yang
sudah lalu mungkin pernah membuat ku jatuh dan tak berdaya, tapi aku tahu masih
banyak cinta yang dunia tawarkan untuk bisa ku nikmati.
Saat ini aku sedang membenahi diriku, memperbaiki sikapku dan lebih bertanggung
jawab untuk semua hal-hal yang aku putuskan.
Memang aku masih menutup hati
untuk orang-orang baru yang ingin masuk
kedalam bilik hati ku. Bukan karena aku masih berharap pada mu. Aku hanya tak
ingin jatuh kepada hati yang salah untuk kesekian kalinya. Untuk aku memperbaiki
diri dan menunggu dia yang mungkin sedang memperbaiki dirinya untuk ku. Karena
aku sadar untuk dapat bersanding dengan dia yang ku ingini aku harus memulainya
dari diriku sendiri.
“Karena teman hidup yang
sesungguhnya adalah cerminan yang ada pada diri kita sendiri”

Kenapa bisa sih nulia kata-kata kayak gini?kerennnnn👍
BalasHapushaha suasana hati sis -.- wkwkwk
BalasHapus