Total Tayangan Halaman

Minggu, 07 Mei 2017

Bukan ku tak mau



Bukan ku tak mau, tapi aku masih mencoba menyatukan kepingan ini

Malam yang selalu berganti perlahan namun pasti,
Waktu yang terus berputar perlahan namun pasti,
Langkah kaki yang membawa ku perlahan entah dia mengarah ke hati yang mana

Hanya harapan mimpi atau nyata ???


Sudah berapa kali hati ini terluka dan sudah berapa kali aku berusaha menyembuhkannya dengan membereskan kepingan hati yang bersrerakan. Melangkah dengan orang yang aku anggap sebagai pereda sesak di dada. Namun nyatanya luka itu hadir lagi. 

Kau yang pernah ku percaya akan menjadi pelindung hati ku , kau adalah laki-laki pertama yang mampu mengambil seluruh perhatian ku hanya tertuju pada mu. Pembawaan mu yang terlihat kalem selalu mampu menyihir ku untuk beranggapan bahwa kau adalah benar-benar lelaki yang baik karena setidaknya ke khawatiran ku terjawab setiap kali aku melihat sikap mu.

Kamu tau ???
Aku berusaha mencoba membuka hati beberapa kali setelah perpisahan dengan mu namun nyatanya selalu gagal. Entah memang mereka hanya menganggap hati sebercanda itu atau diri ku sendiri.
Aku belum siap disakiti lagi,

Aku belum mau ada orang yang menghancurkan kepingan yang ku rapikan setelah peripisahan dengan mu,
Kamu tau ???
Untuk saat ini aku belum siap untuk Jatuh cinta lagi aku masih menikmati kesendirian ini, aku masih merasa semua akan baik-baik saja tanpa sang penakhluk hati. Hidupku berjalan seperti biasa aku merasa nyaman dengan keadaan ini. Aku berusaha menyibukan diri dan membuang jauh-jauh semua pikiran negatif yang selalu menghantui tentang keberadaaan hati mu.

Kamu tau ???
Ada makhluk sejenis mu yang mungkin tulus terhadap ku tapi apa yang ku lakukan. Aku masih berusaha menutup diri. Bukan tidak mau. Tapi aku belum siap bila harus meneteskan air mata lagi untuk masalah hati.
Luka-luka dari cinta yang sudah lalu mungkin pernah membuat ku jatuh dan tak berdaya, tapi aku tahu masih banyak cinta yang dunia tawarkan untuk bisa ku nikmati. Saat ini aku sedang membenahi diriku, memperbaiki sikapku dan lebih bertanggung jawab untuk semua hal-hal yang aku putuskan. 

Memang aku masih menutup hati untuk orang-orang baru yang  ingin masuk kedalam bilik hati ku. Bukan karena aku masih berharap pada mu. Aku hanya tak ingin jatuh kepada hati yang salah untuk kesekian kalinya. Untuk aku memperbaiki diri dan menunggu dia yang mungkin sedang memperbaiki dirinya untuk ku. Karena aku sadar untuk dapat bersanding dengan dia yang ku ingini aku harus memulainya dari diriku sendiri.


“Karena teman hidup yang sesungguhnya adalah cerminan yang ada pada diri kita sendiri”

2 komentar:

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...