Ternyata Malam itu yang terakhir
Gue enggak pernah tahu kalau malam itu malam terakhir yang bakal gue laluin ...
Detiknya
jam yang seakan terus memaksa memutar keadaan, walaupun gue berusaha
menghentikannya. kalau gue tahu malam itu yang terakhir gue ingi menghentikan waktu untuk sejenak saat dengannya. namun semua tinggal rencana yang menjadi wacana
Dengan harapan ini akan selalu terjadi saat cinta
ditemukan. Namun faktanya gue tak sekuat itu, menghentikan detak jarum
aja gue enggak sanggup. Apalagi menghentikan keadaan yang Tuhan mau.
Bisa apa gue???
Hanya
bisa meneruskan keadaan dan mengikuti skenario yang Tuhan kasih,
berusaha untuk ikhlas walau itu sulit. Sama halnya mendorong batu sungai
yang begitu besar.
Mengenalnya adalah hadiah yang terindah di hidup gue, sampai pada saatnya suatu hal yang gue takutin terjadi di depan gue. ketika
nafas yang selalu gue hembuskan tidak akan pernah lagi terulang. Bukan
senyum dari bibirnya yang gue tunggu, bukan juga canda-tawanya, apalagi
marahnya, tapi kehadirannyalah yang selalu gue nantikan. Sejak pertama
melihatnya, semua perasaan negatif yang selalu menempel di pundak
seketika hilang, Atau mungkim hanyalah ilusi saja yg didiri gue karena
dia terlalu indah di setiap langkah gue. Setiap menunggu ke hadirannya
selalu terekam menjadi memori indah, bukan karena usaha gue untuk
menunggunya, tapi indah karena setiap kali menunggunya itu tahu seberapa
berharganya orang uang gue tunggu kehadirannya.
Orang bilang cinta itu indah dan gue sangat setuju
akan hal itu, bukan tanpa alasan, tapi karena dialah satu-satunya alasan
yang bikin gue setuju oleh apa yang orang bilang. Kadang muncul senyum
tipis di bibirnya, kadang keluar juga tawa lebarnya saat gue dan dia
duduk bersebelahan. Entah kenapa, gue lupa bagaimana rasanya sakit hati
ketika dia ada di dekat gue, atau jangan-jangan dia adalah gabungan dari
satu strip Panadol dan Paramex sehingga dia bisa meredakan rasa sakit,
apa pun itu, yang jelas dia adalah obat dari segala sakit yang gue rasa.
Ga
ada cerita panjang yang bisa gue ceritain lagi di hadapannya. Suara
yang selalu masih gue ingat sampai saat in saat dia mengucap 'bebeb'
tepat di hadapan gue dengan nada yang berbeda. Setiap usahanya yang
memperjuangkan gue selalu berusaha gue hargai karena gue tau itu enggak
mudah. Karena semuanya hanya bisa gue lihat di dalam ingatan. Kenapa
bisa di dalam ingatan, karena kalo di dalem kotak amal infaq namanya.
Cinta
kadang tak harus memiliki, tapi pada kenyataannya kita harus memiliki
seseorang yang kita cintai. Untuk selalu bersama memang tidak sulit,
karena yang sulit adalah mempertahankan kebersamaan .
Semua
yang indah itu pun perlahan melangkahkan kakinya jauh, mata gue yang
tidak pernah bosan menatapnya harus menjatuhkan air mata karena sudah
terlalu lama menunggu kehadirannya seperti sedia kala. Mungkinkah semua
moment itu akan kembali atau hanyalah sebuah mimpi panjang.
Hal
yang selalu melekat pada dirinya adalah kebahagiaan, namun kini,
kebahagiaannya diisi oleh orang lain di sana. Jika waktu bisa diputar
kembali, gue ga ingin memutar waktu itu karena gue ingin dia tetap
bahagia seperti kebahagiaan yang dia rasa saat ini bersama orang lain.
Andai
gue bisa, gue sangat menginginkan untuk dipeluknya lagi. Meskipun gue
selalu menantikan kehadirannya, jangan pernah khawatir, karena gue pun
masih akan selalu bahagia, bahagia bersama kenangan indah darinya.
bagaimana
pun gue akui kalo apa yang gue lakuin buat selalu ada untuknya ga bisa
gua lakuin dengan baik, sekali pun gue selalu berusaha sekuat tenaga
untuknya menahannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar