Total Tayangan Halaman

Selasa, 05 April 2016

Ternyata Malam itu yang terakhir

 Ternyata Malam itu yang terakhir

Gue enggak pernah tahu kalau malam itu malam terakhir yang bakal gue laluin ...
Detiknya jam yang seakan terus memaksa memutar keadaan, walaupun gue berusaha menghentikannya. kalau gue tahu malam itu yang terakhir gue ingi menghentikan waktu untuk sejenak saat dengannya. namun semua tinggal rencana yang menjadi wacana

Dengan harapan ini akan selalu terjadi saat cinta ditemukan. Namun faktanya gue tak sekuat itu, menghentikan detak jarum aja gue enggak sanggup. Apalagi menghentikan keadaan yang Tuhan mau. 

Bisa apa gue???
Hanya bisa meneruskan keadaan dan mengikuti skenario yang Tuhan kasih, berusaha untuk ikhlas walau itu sulit. Sama halnya mendorong batu sungai yang begitu besar.

Mengenalnya adalah hadiah yang terindah di hidup gue, sampai pada saatnya suatu hal yang gue takutin terjadi di depan gue. ketika nafas yang selalu gue hembuskan tidak akan pernah lagi terulang. Bukan senyum dari bibirnya yang gue tunggu, bukan juga canda-tawanya, apalagi marahnya, tapi kehadirannyalah yang selalu gue nantikan. Sejak pertama melihatnya, semua perasaan negatif yang selalu menempel di pundak seketika hilang, Atau mungkim hanyalah ilusi saja yg didiri gue karena dia terlalu indah di setiap langkah gue. Setiap menunggu ke hadirannya selalu terekam menjadi memori indah, bukan karena usaha gue untuk menunggunya, tapi indah karena setiap kali menunggunya itu tahu seberapa berharganya orang uang gue tunggu kehadirannya.

Orang bilang cinta itu indah dan gue sangat setuju akan hal itu, bukan tanpa alasan, tapi karena dialah satu-satunya alasan yang bikin gue setuju oleh apa yang orang bilang. Kadang muncul senyum tipis di bibirnya, kadang keluar juga tawa lebarnya saat gue dan dia duduk bersebelahan. Entah kenapa, gue lupa bagaimana rasanya sakit hati ketika dia ada di dekat gue, atau jangan-jangan dia adalah gabungan dari satu strip Panadol dan Paramex sehingga dia bisa meredakan rasa sakit, apa pun itu, yang jelas dia adalah obat dari segala sakit yang gue rasa.

Ga ada cerita panjang yang bisa gue ceritain lagi di hadapannya. Suara yang selalu masih gue ingat sampai saat in saat dia mengucap 'bebeb' tepat di hadapan gue dengan nada yang berbeda. Setiap usahanya yang memperjuangkan gue selalu berusaha gue hargai karena gue tau itu enggak mudah. Karena semuanya hanya bisa gue lihat di dalam ingatan. Kenapa bisa di dalam ingatan, karena kalo di dalem kotak amal infaq namanya.

Cinta kadang tak harus memiliki, tapi pada kenyataannya kita harus memiliki seseorang yang kita cintai. Untuk selalu bersama memang tidak sulit, karena yang sulit adalah mempertahankan kebersamaan .
Semua yang indah itu pun perlahan melangkahkan kakinya jauh, mata gue yang tidak pernah bosan menatapnya harus menjatuhkan air mata karena sudah terlalu lama menunggu kehadirannya seperti sedia kala. Mungkinkah semua moment itu akan kembali atau hanyalah sebuah mimpi panjang.

Hal yang selalu melekat pada dirinya adalah kebahagiaan, namun kini, kebahagiaannya diisi oleh orang lain di sana. Jika waktu bisa diputar kembali, gue ga ingin memutar waktu itu karena gue ingin dia tetap bahagia seperti kebahagiaan yang dia rasa saat ini bersama orang lain.
Andai gue bisa, gue sangat menginginkan untuk dipeluknya lagi. Meskipun gue selalu menantikan kehadirannya, jangan pernah khawatir, karena gue pun masih akan selalu bahagia, bahagia bersama kenangan indah darinya.

bagaimana pun gue akui kalo apa yang gue lakuin buat selalu ada untuknya ga bisa gua lakuin dengan baik, sekali pun gue selalu berusaha sekuat tenaga untuknya menahannya. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...