Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 September 2013

Aku Takut (Kehilangan)


Jujur aku takut kehilangan mu ...

Jujur aku tak ingin kamu jauh dari ku ...

Jujur aku takut saat rasa cinta ku mulai hadir ...

Dan jujur aku takut mencintai mu ...

            Mungkin kata-kata itu yang pantas ku ucapkan saat bersama dengan mu. Aku mungkin hanya seorang adik kecil bagi mu lebih tepatnya aku hanya adik kelas mu yang baru sesaat mengenal mu kak. Bagi ku memiliki kakak kelas di salah satu SMK seperti mu sangat sangat membahagiakan. Setiap pesan singkat mu yang hadir di ponsel milik ku, selalu membuat senyum-senyum kecil di bibir ku. Entah apa yang ku pikirkan sampai membuat ku selalu tersenyum. Kamu yang hadir saat aku menangis dan menghapus air mataku. Kamu yang datang saat aku membutuhkan seseorang. Kamu yang selalu ada untuk ku saat aku membutuhkan mu. Mungkin pertemuan kita terlewatkan, satu sekolah dengan mu selama 2 tahun tak cukup aku bisa menemukan mu dari banyaknya kakak kelas di sekolah itu. Pertemuan yang mungkin bisa ku sebut dengan kata ‘TERLAMBAT’ harusnya ku sadari sejak awal aku memijakan kaki di SMK itu aku harus mengenal mu namun nyata nya ‘TIDAK’. Saat kamu Lulus aku baru bisa mengenal mu dan memanggil mu ‘kakak’.

Awal perjumpaan kita di akhir bulan puasa itu mungkin singkat. Namun aku bahagia bisa meluapkan ke kesalan ku saat itu, saat dimana aku seperti orang lupa akan semuanya. Aku senang saat kamu bisa mendengarkan apa yang aku alami dalam menjalankan sebuah hubungan lebih tepatnya ‘pacaran’. Kamu seakan bisa merasakan semua yang aku rasakan kak. Kamu penyebab aku menghentikan tangis ku secara tak langsung, menghibur ku setiap kali aku sedih. Mencoba membuat candaan yang membuat ku tertawa kecil maupun lepas. Mengoreskan kata yang kau ucapkan bahwa kau tak akan berubah dan tetap menjadi seorang kakak kelas yang selama ini aku kenal. Mungkin jika waktu bisa di ulang, aku ingin memohon kepada Tuhan ingin mengenal mu saat memijakan kaki pertama kali di SMK ini. Namun takdir berkata lain, bagi Tuhan mungkin pertemuan singkat aku dan kamu kak di sekolah ini jauh lebih baik. Saat ini kamu sudah lulus dan melanjutkan kuliah disalah satu Universitas dan kembali melanjutkan dibidang komunikasi. Yap TKJ saat dimana kamu mengambil jurusan di sekolah itu.

            Jujur kak, aku takut saat hati ku perlahan mulai mencintai mu. Saat aku mulai menaruh hati padamu. Saat pesan singkat mu sangat berarti bagi ku. Aku mencoba selalu menahan rasa ini ‘aku tak ingin kehilangan mu jauh kan rasa cinta ku untuknya Tuhan -_-‘. Namun aku yakin, aku bisa merubah semua perasaan ku pada mu. Ya cukup, cukup dan hentikan rasa ku ini untuk mu. Menjadi sahabat bagi mu, mungkin jauh lebih baik untuk mu kak. Namun pesan singkat mu yang selalu membuat ku berpikir kamu yang terbaik untuk ku. Itu salah !!! aku mencoba dan hanya ingin menjadikan diri mu sebagai sahabat ku kak. Namun terkadang aku takut saat rasa ku mulai hadir. Aku harap rasa ini untuk mu hanya sebagai seorang sahabat dari adik kelas untuk kakak kelasnya.

Terkadang aku berfikir untuk menghindari pesan singkat mu itu kak. Tapi nyatanya aku tak bisa, selalu jemari-jemari ku dengan cepat membalas pesan singkat mu untuk ku. Aku takut kak saat perlahan cinta ini hadir untuk mu, aku takut kak kalau harus kehilangan mu. Dan aku sangat takut kak kehilangan mu, karena kamu yang menggoreskan tinta indah di hari ku yang gelap (waktu itu), dan aku tak ingin tinta yang kau goreskan waktu itu berubah menjadi gelap juga. Bagi ku mungkin lebih menyakitkan ketika harus kehilangan mu sebagai sahabatku kak. Namun kembali lagi dalam hati ku selalu menjawab “Sahabat git,, sahabat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...