Jujur aku takut
kehilangan mu ...
Jujur aku tak ingin
kamu jauh dari ku ...
Jujur aku takut saat
rasa cinta ku mulai hadir ...
Dan jujur aku takut
mencintai mu ...
Mungkin kata-kata itu yang pantas ku ucapkan saat bersama
dengan mu. Aku mungkin hanya seorang adik kecil bagi mu lebih tepatnya aku
hanya adik kelas mu yang baru sesaat mengenal mu kak. Bagi ku memiliki kakak
kelas di salah satu SMK seperti mu sangat sangat membahagiakan. Setiap pesan
singkat mu yang hadir di ponsel milik ku, selalu membuat senyum-senyum kecil di
bibir ku. Entah apa yang ku pikirkan sampai membuat ku selalu tersenyum. Kamu
yang hadir saat aku menangis dan menghapus air mataku. Kamu yang datang saat
aku membutuhkan seseorang. Kamu yang selalu ada untuk ku saat aku membutuhkan
mu. Mungkin pertemuan kita terlewatkan, satu sekolah dengan mu selama 2 tahun
tak cukup aku bisa menemukan mu dari banyaknya kakak kelas di sekolah itu.
Pertemuan yang mungkin bisa ku sebut dengan kata ‘TERLAMBAT’ harusnya ku sadari sejak awal aku memijakan kaki di SMK
itu aku harus mengenal mu namun nyata nya ‘TIDAK’.
Saat kamu Lulus aku baru bisa mengenal mu dan memanggil mu ‘kakak’.
Awal perjumpaan kita di akhir bulan puasa itu mungkin
singkat. Namun aku bahagia bisa meluapkan ke kesalan ku saat itu, saat dimana
aku seperti orang lupa akan semuanya. Aku senang saat kamu bisa mendengarkan
apa yang aku alami dalam menjalankan sebuah hubungan lebih tepatnya ‘pacaran’. Kamu seakan bisa merasakan
semua yang aku rasakan kak. Kamu penyebab aku menghentikan tangis ku secara tak
langsung, menghibur ku setiap kali aku sedih. Mencoba membuat candaan yang
membuat ku tertawa kecil maupun lepas. Mengoreskan kata yang kau ucapkan bahwa kau tak akan berubah dan tetap
menjadi seorang kakak kelas yang selama ini aku kenal. Mungkin jika waktu
bisa di ulang, aku ingin memohon kepada Tuhan ingin mengenal mu saat memijakan
kaki pertama kali di SMK ini. Namun takdir berkata lain, bagi Tuhan mungkin
pertemuan singkat aku dan kamu kak di sekolah ini jauh lebih baik. Saat ini
kamu sudah lulus dan melanjutkan kuliah disalah satu Universitas dan kembali
melanjutkan dibidang komunikasi. Yap TKJ saat dimana kamu mengambil jurusan di
sekolah itu.
Jujur kak, aku takut saat hati ku perlahan mulai
mencintai mu. Saat aku mulai menaruh hati padamu. Saat pesan singkat mu sangat
berarti bagi ku. Aku mencoba selalu menahan rasa ini ‘aku tak ingin kehilangan mu jauh kan rasa cinta ku untuknya Tuhan
-_-‘. Namun aku yakin, aku bisa merubah semua perasaan ku pada mu. Ya
cukup, cukup dan hentikan rasa ku ini untuk mu. Menjadi sahabat bagi mu,
mungkin jauh lebih baik untuk mu kak. Namun pesan singkat mu yang selalu
membuat ku berpikir kamu yang terbaik untuk ku. Itu salah !!! aku mencoba dan
hanya ingin menjadikan diri mu sebagai sahabat ku kak. Namun terkadang aku
takut saat rasa ku mulai hadir. Aku harap rasa ini untuk mu hanya sebagai
seorang sahabat dari adik kelas untuk kakak kelasnya.
Terkadang aku berfikir untuk menghindari pesan singkat mu
itu kak. Tapi nyatanya aku tak bisa, selalu jemari-jemari ku dengan cepat
membalas pesan singkat mu untuk ku. Aku takut kak saat perlahan cinta ini hadir
untuk mu, aku takut kak kalau harus kehilangan mu. Dan aku sangat takut kak
kehilangan mu, karena kamu yang menggoreskan tinta indah di hari ku yang gelap
(waktu itu), dan aku tak ingin tinta yang kau goreskan waktu itu berubah
menjadi gelap juga. Bagi ku mungkin lebih menyakitkan ketika harus kehilangan
mu sebagai sahabatku kak. Namun kembali lagi dalam hati ku selalu menjawab “Sahabat git,, sahabat”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar