Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Mei 2017

RINDU itu Kembali Hadir



RINDU itu Kembali Hadir
.
.
.
.
Beberapa hari ini aku mengigat mu
Beberapa hari ini aku membayangkan mu
Beberapa hari ini aku mulai merindu lagi

Rindu yang mengebu-gebu yang membuat hati ini sedikit menitikan rasa sesak ingin melihat mu

Rindu yang menyeruak begitu liar di pikiraan dan hati ku
Rindu yang membuat ku ingin bisa memanggil nama mu dengan fasih

Apa Kabar kamu disana ???

Apa kamu baik-baik saja ???

Ku doa kan semoga kamu tetap baik-baik saja seperti dulu .
.
.
.




Hai idola entah mengapa aku begitu merindukan masa dimana kamu mulai memperkenalkan ku dengan si kulit bundar.Masa di mana aku pertama kali melihat permainan mu yang cantik, Beberapa hari ini aku mencoba melihat ulang video-video tentang mu hanya sekedar mengingatkan memori indah yang pernah kau ukir di kancah persepakbolaan Indonesia Idola, dan mencari cari kabar mu di sosial media tapi tak kunjung ku temukan.
Sampai akhirnya aku menemukan salah satu twitter yang menuliskan bahwa kau saat ini bermain untuk salah satu tim disingapura sedikit tentang kabar mu membuat ku lega sedikit mengobati rasa rindu yang mengebu-gebu dihati ku.

Tak hanya sampai disitu aku juga masih berusaha mencari-cari kabar mu lagi dan aku ingin melihat keadaan mu saat ini. Sampai aku menemukan salah satu akun di youtube yang membuat video kau bertanding . aku lupa kau bermain dimana saat itu yang jelas itu video terbaru, disana kau mencetak gol Roman Chmelo untuk tim yang kau bela sekarang di slovakia.

Heii Roman chmelo, bulan April lalu 27 April 2017 aku ngetrip ke Malang, harapanku bertemu dengan mu memang tak mungkin karena kau sudah tak lagi ada di Malang. Jarak yang sebetulnya tidak terlalu jauh juga dari kota Jakarta. Saat ini kau jauh,berbeda benua dengan ku, ahh doakan saja semoga aku bisa ke negara tempat kelahiran mu suatu hari nanti. Hahah.

Awal aku mengidolakan mu usia ku masih terlalu dini untuk berpergian jauh seperti halnya ke Malang, karena kepentok di ongkos jalan dan ijin orang tua terlebih lagi aku seorang perempuan yang hanya sebagai supporter layar kaca untuk Arema dan Kamu. Dulu aku hanya bisa mendukungnya mu dari layar kaca dirumah saja, mungkin kalau saat ini aku baru mendukungmu, aku bisa nekat menemui mu hanya untuk meminta foto dan selfie bersama idolaku.

Oh iya aku melihat pertandingan itu (tim yang kamu bela saat ini) kamu masih tetap memakai nomor punggu 9. walau hanya cuplikannya saja, ternyata sekarang kau bermain di Slovakia di tanah kelahiran mu, aku melihat atmosfer sepakbola disana sangat jauh berbeda dengan di Indonesia, supporter-supporter disana kurang banyak, mungkin animo penonton untuk menonton sepakbola tidak terlalu besar.

Aku ingat kau pernah berkata pada kawan satu negara mu si Golian 

 “Hai Golo jika kaki mu satu diamputasi kau akan tetap semangat bermain karena melihat mereka (Aremania) yang begitu memberkan mu semagat”
(itu kalo enggak salah kata-katanya)

Sekarang aku tahu mengapa kau berkata seperti itu karena kau merasa semua orang menghargai mu saat bermain di Arema. Iya kau memiliki daya tarik sendiri untuk sepakbola Indonesia, selain wajah mu yang begitu memikat banyak fans, kau juga pemain yang memiliki skill mempuni untuk seorang second striker. Kau pemain sepakbola yang sangat ramah yang ku ketahui.

Hei Roman aku tahu kau sangat mencintai Arema, aku tahu didalam lubuk hati mu paling dalam kau masih ingin membela tim kebanggaan arek-arek Malang namun permasalah sepakbola dinegeri ini yang tak kunjung surut membuat mu berpikir tujuh kali untuk tetap berada disini.

Aku tahu kau sangat mencintai Kota Malang , 

Aku tahu kau begitu mencintai Aremania dan Aremanita yang selalu mendukungmu.

Percayalah aku dan Aremania Aremanita diluar sana akan selalu mengingat mu, bahwa Arema pernah memiliki FANTASTIC FIVE yang luar biasa dan mampu membawa Arema Juara dan kau lah salah satu fantastic five itu.
Musim 2009-2010 takkan kami lupakan, , ,



Minggu, 07 Mei 2017

Bukan ku tak mau



Bukan ku tak mau, tapi aku masih mencoba menyatukan kepingan ini

Malam yang selalu berganti perlahan namun pasti,
Waktu yang terus berputar perlahan namun pasti,
Langkah kaki yang membawa ku perlahan entah dia mengarah ke hati yang mana

Hanya harapan mimpi atau nyata ???


Sudah berapa kali hati ini terluka dan sudah berapa kali aku berusaha menyembuhkannya dengan membereskan kepingan hati yang bersrerakan. Melangkah dengan orang yang aku anggap sebagai pereda sesak di dada. Namun nyatanya luka itu hadir lagi. 

Kau yang pernah ku percaya akan menjadi pelindung hati ku , kau adalah laki-laki pertama yang mampu mengambil seluruh perhatian ku hanya tertuju pada mu. Pembawaan mu yang terlihat kalem selalu mampu menyihir ku untuk beranggapan bahwa kau adalah benar-benar lelaki yang baik karena setidaknya ke khawatiran ku terjawab setiap kali aku melihat sikap mu.

Kamu tau ???
Aku berusaha mencoba membuka hati beberapa kali setelah perpisahan dengan mu namun nyatanya selalu gagal. Entah memang mereka hanya menganggap hati sebercanda itu atau diri ku sendiri.
Aku belum siap disakiti lagi,

Aku belum mau ada orang yang menghancurkan kepingan yang ku rapikan setelah peripisahan dengan mu,
Kamu tau ???
Untuk saat ini aku belum siap untuk Jatuh cinta lagi aku masih menikmati kesendirian ini, aku masih merasa semua akan baik-baik saja tanpa sang penakhluk hati. Hidupku berjalan seperti biasa aku merasa nyaman dengan keadaan ini. Aku berusaha menyibukan diri dan membuang jauh-jauh semua pikiran negatif yang selalu menghantui tentang keberadaaan hati mu.

Kamu tau ???
Ada makhluk sejenis mu yang mungkin tulus terhadap ku tapi apa yang ku lakukan. Aku masih berusaha menutup diri. Bukan tidak mau. Tapi aku belum siap bila harus meneteskan air mata lagi untuk masalah hati.
Luka-luka dari cinta yang sudah lalu mungkin pernah membuat ku jatuh dan tak berdaya, tapi aku tahu masih banyak cinta yang dunia tawarkan untuk bisa ku nikmati. Saat ini aku sedang membenahi diriku, memperbaiki sikapku dan lebih bertanggung jawab untuk semua hal-hal yang aku putuskan. 

Memang aku masih menutup hati untuk orang-orang baru yang  ingin masuk kedalam bilik hati ku. Bukan karena aku masih berharap pada mu. Aku hanya tak ingin jatuh kepada hati yang salah untuk kesekian kalinya. Untuk aku memperbaiki diri dan menunggu dia yang mungkin sedang memperbaiki dirinya untuk ku. Karena aku sadar untuk dapat bersanding dengan dia yang ku ingini aku harus memulainya dari diriku sendiri.


“Karena teman hidup yang sesungguhnya adalah cerminan yang ada pada diri kita sendiri”

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...