Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Desember 2013

Mantan mu menyebut ku PHO

Mantan mu  menyebut ku PHO dalam hubungan kalian

Hup hup hup kali ini gue bakal bikin cerita buat mengisi blog gue yang judulnya bisa kalian liat diatas. Gue terinspirasi dari salah satu Adek kelas gue :D yang menjalin hubungan dengan sahabat gue.

Mantan mu  menyebut ku PHO 
            
Nama ku Aulia Putri biasa di panggil aul, saat ini aku duduk di bangku kelas XI disalah satu SMK di Jakarta. Perempuan biasa yang pengen jadi luar biasa buat mama, papa, Denis, dan buat sahabat-sahabat ku. Ya Denis adalah teman dekat ku bisa dibilang dia adalah pacarku. Seseorang yang mampu menjadi Pelangiku saat hujan deras menerpa ku, Denis selalu menemani ku selalu memberikan semangat padaku. Seseorang yang mungkin sangat mengerti keadaan ku saat itu, keadaan dimana aku dilupakan perlahan oleh seseorang yang amat ku sayang mantan ku. Kedekatan ku dengan Denis membuat beberapa orang menganggap ku sebagai perusak hubungan Denis dan Annisa. Perempuan yang biasa di panggil Ica. Dia begitu membenciku saat dimana hubungannya dengan Denis sedikit renggang, yang selalu menyindir ku di jejaring sosial miliknya yang berkicau “PHO” dan menggapku sebagai “muka dua, sok polos dll”. Aku yang tidak merasa sangat cuek dengan tingkahnya itu. Denis selalu bercerita pada ku tentang Ica, yang diam-diam sering bertemu dengan mantannya tanpa Denis tau, sampai suatu ketika Denis bertemu dengan Ica yang sedang bertemu mantannya.

“ca ngapain disini” ucap denis.

“enggak ngapa-ngapain ko.” Jawab Ica.

“Nah dia siapa ca?” tanya Denis pada Ica sambil menunjuk seseorang disebelah Ica.

“Dia temen aku.” Jelas Ica.

“iya gue temennya ica.” Ucap orang itu.

Kalau mendengar cerita Denis, aku merasa gak pernah jadi perusak dalam hubungannya dengan Ica. Mereka renggang karena ulah ica sendiri. Tepatnya aku lupa kapan saat Denis dan Ica menyerah dalam hubungannya yang dijalin selama 6 bulan. Aku juga selalu menasehati Denis jangan terlalu buru-buru kalo ada masalah sama perempuan, perempuan itu sensitif apa-apa nangis kalo udah yang dirasain sampe hati. Tapi, Kata Denis si yang memutuskan semuanya Ica, waktu Denis lagi menyaksikan acara nonton bareng Piala AFF dan tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.

“hallo, kenapa ca?” ucap Denis.

“Denis, kita putus.” Ucap Ica.

“kenapa ca emangnya kok gitu?” tanyanya pada ica.

“kamu lagi dimana kok rame banget?, aku rasa kita udah enggak cocok nis.” Ucap ica di telepon.

“yaudah kalo itu mau kamu. Kita gak ada hubungan apa-apa lagi.” Ucap Denis kemudian mematikan ponsel miliknya.

Dari situ hubungan ku dengan Denis semakin dekat. Ica semakin mengira aku yang merusak hubungannya dengan Denis, sampai sutu ketika Ica menulis di social media miliknya dan kebetulan Denis membaca disana Denis langsung menegornya.

“ca, sini deh” ucap Denis saat ke depan kelas Ica.

“kenapa nis?” tanya Ica.

“maksud lu apa kayak gini? Kan lu yang mutusin gue. Gada sangkut pautnya sama Aulia.gausah bawa-bawa dia deh” ucap denis sambil menyodorkan ponsel miliknya pada Ica.

“lah, emang iyakan nis gara-gara dia kita putus.” Ucap ica.

“kalo lu gak bilang putus juga gak akan kayak gini, jangan usik aulia sama status-status yang lu buat disocial media.” Ucap Denis menyelonong pergi.

Sampai suatu saat tepat tanggal 2 Februari ketika aku sedang mengerjakan Tugas tiba-tiba Denis duduk dibangku sebelahku yang memang teman sebangku ku sedang pindah tempat duduk dan kebetulan kosong,disana Denis ngajak aku ngobrol ini itu sampai akhirnya Denis bilang sama aku.

“Aulia mau ngomong nih, ul mau jadi pacar gue gak ??”ucapnya sambil menatapku.

“haha, apa banget si lu nis apaan becanda lu gak lucu ah.” Ucapku padanya.

“jiahh gak becanda gue.” Ucap Denis padaku.

“bodo gua masih mau ngerjain tugas nih. Kerjain gih tugas lu juga beloman selesai itu.” Ucapku padanya.

“lah ntar gue kerjain kalo lu udah jawab, gua serius ul, mau gak ?” ucapnya sambil tersenyum.

“haha tapi ada syaratnya” ucapku padanya.

“apaan ? bakal gue lakuin demi lu deh.” Jawab Denis.

“lo bisa gak seminggu gak ngerokok?”

“Cuma itu ? iya gue bisa. bakal gue buktiin sama lu ul.”

“oke.”
Dari situ hubungan ku sama Denis berjalan. Banyak teman-teman Ica yang menanyakan ini itu dengan ku. Sampai ada yang Line aku karena penasaran yang status ku di twitter selalu galau katanya.

“ul lu berapa lama deh pacaran ama Denis?” tanya zara

“10 bulan ra. Kenapa?”

“oh lu putus ya sama Denis?”

“enggak ko. Kenapa lu nunggu gue putus?”

“ya enggak lah tanya aja gue.”

“oh gue kira lu nungguin gue putus.”

“habis status lu galau terus.”

“galau bukan berarti putuskan ?!”

Dan jujur aku gak perduli apa kata orang tentang aku sama Denis. Yang jelas aku sayang dia gak perduli apa kekurangan dan kelebihan Denis. Toh yang jalanin hubungan ini gue bukan dia, dia, anda, kamu, atau mereka tapi disini Aulia sama Denis yang jalanin semua. Tolong deh ya gausah usik-usik hubungan orang kalo gamau di usik. Gue mau minta maaf sama lu kalo emang gue salah dan lu kira gue ngerebut Denis tapi lu gak berani frontal kalo gue tanya, bisanya nyindir ; ) niat baik padahal :)

*
Hahha itu cerita dikit yang bisa gue ceritain dari kisah mereka :D gak semuanya gue tulis Cuma hampir nyerempet “motor kali diserempet” sama kisah mereka ;D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...