Mantan mu menyebut ku PHO dalam hubungan kalian
Hup hup hup kali ini
gue bakal bikin cerita buat mengisi blog gue yang judulnya bisa kalian liat
diatas. Gue terinspirasi dari salah satu Adek kelas gue :D yang menjalin
hubungan dengan sahabat gue.
Mantan mu menyebut ku PHO
Nama ku Aulia Putri biasa
di panggil aul, saat ini aku duduk di bangku kelas XI disalah satu SMK di
Jakarta. Perempuan biasa yang pengen jadi luar biasa buat mama, papa, Denis,
dan buat sahabat-sahabat ku. Ya Denis adalah teman dekat ku bisa dibilang dia
adalah pacarku. Seseorang yang mampu menjadi Pelangiku saat hujan deras menerpa
ku, Denis selalu menemani ku selalu memberikan semangat padaku. Seseorang yang
mungkin sangat mengerti keadaan ku saat itu, keadaan dimana aku dilupakan perlahan
oleh seseorang yang amat ku sayang mantan ku. Kedekatan ku dengan Denis
membuat beberapa orang menganggap ku sebagai perusak hubungan Denis dan Annisa.
Perempuan yang biasa di panggil Ica. Dia begitu membenciku saat dimana
hubungannya dengan Denis sedikit renggang, yang selalu menyindir ku di jejaring
sosial miliknya yang berkicau “PHO”
dan menggapku sebagai “muka dua, sok polos dll”. Aku yang tidak merasa sangat
cuek dengan tingkahnya itu. Denis selalu bercerita pada ku tentang Ica, yang
diam-diam sering bertemu dengan mantannya tanpa Denis tau, sampai suatu ketika
Denis bertemu dengan Ica yang sedang bertemu mantannya.
“ca ngapain disini”
ucap denis.
“enggak ngapa-ngapain
ko.” Jawab Ica.
“Nah dia siapa ca?”
tanya Denis pada Ica sambil menunjuk seseorang disebelah Ica.
“Dia temen aku.” Jelas
Ica.
“iya gue temennya ica.”
Ucap orang itu.
Kalau mendengar cerita
Denis, aku merasa gak pernah jadi perusak dalam hubungannya dengan Ica. Mereka
renggang karena ulah ica sendiri. Tepatnya aku lupa kapan saat Denis dan Ica
menyerah dalam hubungannya yang dijalin selama 6 bulan. Aku juga selalu
menasehati Denis jangan terlalu buru-buru kalo ada masalah sama perempuan,
perempuan itu sensitif apa-apa nangis kalo udah yang dirasain sampe hati. Tapi,
Kata Denis si yang memutuskan semuanya Ica, waktu Denis lagi menyaksikan acara
nonton bareng Piala AFF dan tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.
“hallo, kenapa ca?”
ucap Denis.
“Denis, kita putus.” Ucap
Ica.
“kenapa ca emangnya kok
gitu?” tanyanya pada ica.
“kamu lagi dimana kok
rame banget?, aku rasa kita udah enggak cocok nis.” Ucap ica di telepon.
“yaudah kalo itu mau
kamu. Kita gak ada hubungan apa-apa lagi.” Ucap Denis kemudian mematikan ponsel
miliknya.
Dari situ hubungan ku
dengan Denis semakin dekat. Ica semakin mengira aku yang merusak hubungannya
dengan Denis, sampai sutu ketika Ica menulis di social media miliknya dan
kebetulan Denis membaca disana Denis langsung menegornya.
“ca, sini deh” ucap
Denis saat ke depan kelas Ica.
“kenapa nis?” tanya
Ica.
“maksud lu apa kayak
gini? Kan lu yang mutusin gue. Gada sangkut pautnya sama Aulia.gausah bawa-bawa
dia deh” ucap denis sambil menyodorkan ponsel miliknya pada Ica.
“lah, emang iyakan nis
gara-gara dia kita putus.” Ucap ica.
“kalo lu gak bilang
putus juga gak akan kayak gini, jangan usik aulia sama status-status yang lu
buat disocial media.” Ucap Denis menyelonong pergi.
Sampai suatu saat tepat
tanggal 2 Februari ketika aku sedang mengerjakan Tugas tiba-tiba Denis duduk
dibangku sebelahku yang memang teman sebangku ku sedang pindah tempat duduk dan
kebetulan kosong,disana Denis ngajak aku ngobrol ini itu sampai akhirnya Denis
bilang sama aku.
“Aulia mau ngomong nih,
ul mau jadi pacar gue gak ??”ucapnya sambil menatapku.
“haha, apa banget si lu
nis apaan becanda lu gak lucu ah.” Ucapku padanya.
“jiahh gak becanda gue.”
Ucap Denis padaku.
“bodo gua masih mau
ngerjain tugas nih. Kerjain gih tugas lu juga beloman selesai itu.” Ucapku padanya.
“lah ntar gue kerjain
kalo lu udah jawab, gua serius ul, mau gak ?” ucapnya sambil tersenyum.
“haha tapi ada
syaratnya” ucapku padanya.
“apaan ? bakal gue
lakuin demi lu deh.” Jawab Denis.
“lo bisa gak seminggu
gak ngerokok?”
“Cuma itu ? iya gue
bisa. bakal gue buktiin sama lu ul.”
“oke.”
Dari situ hubungan ku
sama Denis berjalan. Banyak teman-teman Ica yang menanyakan ini itu dengan ku. Sampai
ada yang Line aku karena penasaran yang status ku di twitter selalu galau
katanya.
“ul lu berapa lama deh
pacaran ama Denis?” tanya zara
“10 bulan ra. Kenapa?”
“oh lu putus ya sama
Denis?”
“enggak ko. Kenapa lu
nunggu gue putus?”
“ya enggak lah tanya
aja gue.”
“oh gue kira lu
nungguin gue putus.”
“habis status lu galau
terus.”
“galau bukan berarti
putuskan ?!”
Dan jujur aku gak
perduli apa kata orang tentang aku sama Denis. Yang jelas aku sayang dia gak
perduli apa kekurangan dan kelebihan Denis. Toh yang jalanin hubungan ini gue
bukan dia, dia, anda, kamu, atau mereka tapi disini Aulia sama Denis yang
jalanin semua. Tolong deh ya gausah usik-usik hubungan orang kalo gamau di
usik. Gue mau minta maaf sama lu kalo emang gue salah dan lu kira gue ngerebut
Denis tapi lu gak berani frontal kalo gue tanya, bisanya nyindir ; ) niat baik
padahal :)
*
Hahha itu cerita dikit
yang bisa gue ceritain dari kisah mereka :D gak semuanya gue tulis Cuma hampir
nyerempet “motor kali diserempet” sama kisah mereka ;D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar