Jujur
aku sudah terbiasa sama keadaan aku dan kamu saat ini. Tanpa kamu yang dulu,
tanpa kamu yang selalu hadir di hari-hari ku, tanpa kamu yang selalu mewarnai
semuanya tentang ku, tanpa hadir kamu di sisi ku . Walau awalnya terasa berat
setiap saat aku menunggu pesan singkat mu untuk ku, nyata nya tak kunjung datang
untuk berdering di ponsel milik ku. Sampai membuat hati ini gelisah dan ambigu
-,- masih dalam keadaan yang sama semua pertanyaan ku muncul dan bercabang
tentang aku dan kamu, ya aku dan kamu, bukan dia mereka ataupun kalian. Semua
keputusan mu aku tak mengerti dengan jalan yang ada di fikiran mu, tanpa kamu
sadari aku bisa terbiasa tanpa mu. Awalnya sulit sangat teramat sangat sulit.
Tapi aku sadar dulu aku juga tanpa kamu, dan sama sekali tidak mengenal mu dan
nyata nya aku bisa “kenapa sekarang tidak ??”.
Aku
hanya seorang yang hadir dan berlalu di hati dan itu hanya untuk sesaat untuk
mu, ya untuk mu bukan untuk ku. Saat aku bertanya pada Tuhan “mungkin ini
memang keputusan mu” aku tau Tuhan. Karena aku hanya seorang manusia yang saat
ini kau tak anggap. Aku selalu mencoba tuk memahami mu tapi kau acuhkan
semuanya seakan-akan kau tak peduli dengan ku. Di sini aku mencoba mengerti mu
tapi nyata nya kau hiraukan semuanya untuk ku.
Dan
semenjak ada dia kamu, bukan kamu yang seperti dulu. Tiada lagi kisah indah dan
kini ku sendiri bertemen bayang mu. Malam kini berganti, sunyi,, sepi untuk ku.
Aku masih rindu pada mu, aku masih sayang pada mu meski kini cinta mu bukan
aku. Dan ternyata memang semua bener hanya untuk sesaat. Kau coba curi hati ku
dengan segala tingkah laku mu, memancing ku tuk rasakan kenikmatan semu yang
kau tawarkan. Terselip sesuatu yang salah, semua ini terjadi begitu saja.
Sesaat sadar ku berkata ini hanya untuk sesaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar