Total Tayangan Halaman

Minggu, 21 Juli 2013

Entah


Sebelum nulis isi judul di atas itu di sore-sore gini niatnya sambil ngabuburit hehe. Gue aja yang baca tulisan gue sendiri ketawa ngakak, kenapa ini isinya puitis banget yak wkwkw. Apalagi kalian wkwkkw seorang Anggita yang biasanya nulis dan terinspirasi gak jauh-jauh dari dunia si kulit bundar alias sepakbola bisa nulis sampe puitis gini hehhe. Oke langsung lanjut aja bray :D

Awal berjumpa dan dimana perkenalan kita bisa dibilang cukup lumayan tidak terlalu lama ataupun sebentar kedekatan kita ini. Kau memberikan begitu banyak perhatian kepada ku yang kau tuangkan untuk ku hingga akhirnya hati ku mencair bagaikan salju di kutub Utara. Tanpa ku sadari cinta yang tak ku mengerti saat dengan mu hadir tepat dihati ku. Tak bisa ku menghindarinya, Tuhan tau ini jalan ku bagaimana pilihan ku Tuhan tau semua itu. Begitu saatnya tiba kau mengatakan kata-kata yang sama sekali aku tak menyangka kau berkata ucapan yang sangat sangat membuat ku tersenyum. Hati ku semakin meleleh bagai karang yang di terjang ombak, seperti Kapal yang terombang-ambing di tengah Samudra yang sangat luas.
Ku percayai cinta mu Tulus untuk ku setiap pesan singkat mu meyakikan ku, bahwa kau adalah seseorang yang pantas untuk ku. Setiap saat perhatian itu datang, ku sadari aku mulai jatuh kepada hati mu. Hingga akhirnya kita menjalin hubungan yang di sebut dengan pacaran. Hari pertama berstatus pacaran atau menjadi kekasih mu begitu indah. Banyak rayuan yang kau berikan kepada ku dengan ketikan tangan mu sampai berdering di ponsel milik ku. Saat kenyamanan dengan mu mulai hadir,  satu minggu berlalu aku dan kamu bersama sangat baik-baik saja tanpa hambatan yang sangat terjal. Dua minggu berlalu hubungan ku dengan mu sedikit tergoncang bagaikan di terpa badai yang sangat Dahsyat. Aku berdo’a pada Tuhan agar hubungan ini tak mudah rapuh dan jatuh.
Hati ku begitu sedih saat di salah satu jejaring sosial melihat kau begitu dekat dengan orang lain. Hingga ku terbuang begitu saja, entah apa yang ada di pikiran mu. Aku hanya ingin kamumenghargai ku sedikit saja. Aku seorang wanita yang ingin menjadi orang yang spesial di hati mu hanya itu tujuan ku. Jujur saat aku mulai sangat teramat mencintai mu, mengapa kau erubah begitu cepat. Kau seakan-akan hilang bagai matahari di telah ke gelapan malam. Tak ada lagi rayuan mu untuk ku, tak ada lagi Good Night mu untuk ku, tak ada lagi Morning mu untuk ku, dan tak ada lagi rakaat mu untuk ku. Yang ada hanya sikap diingin mu, saat ini diingin dan beku bagaikan Es yang sangat sangat sulit untuk mencair.
Setiap kali ku mengetik pesan singkat untuk mu dan bertanya kepada mu ‘Kenapa kamu berubah’ jawab mu hanya ‘Aku gak berubah, aku memang seperti ini’. Tapi aku merasakan perubahan sikap mu kepada ku. Ini aku yang merasakan hingga akhirnya ku ingin tau di mana letak kesalahan ku pada mu. Ku Rasa tidak ada ???
Aku ingin kita seperti dulu, seperti dulu : ( dimana hanya ada aku dan kamu menjadi kita : ). Aku rindu,, sangat teramat rindu pada hal itu kejadian itu, dimana kita bertemu dengan singkat. Dan masih ku ingat saat ku begitu bingung dengan tugas-tugas ku, saat bantal yang sangat amat aku impikan bisa ada di dalam kamar ku. Dan itu terjadi karena mu, karena mu, ya karena kamu. Kau datang menghapus kepedihan ku saat, saat dimana aku sedang mencoba mempulihkan diri dari rasa kecewa yang sangat mendalam melihat orang yang ku sayang pergi tanpa sebab. Kau membuat ku tersenyum kembali : ).
Entah apa semuanya berubah yang aku tau, aku menangis, begitu sedih saat ini, ya saat ini saat kau perlahan tak ada kabar untuk ku. Saat dimana hubungan kita sedikit renggang, tak seperti dulu. Aku sangat ingin mempertahankan hubungan ku dengan mu, karena ku terlanjur mencintai mu. Andai diri mu tau apa maksud pesan singkat ku yang ku kirim untuk mu, ya aku cemburu sangat cemburu. Tapi aku tak bisa melarang mu, karena aku hanya seorang pacar mu. Inti semuanya aku terlanjur, terlanjur mencintai mu dengan sepenuh hati hingga hari ini tak ingin pergi dengan cepat. Masih ingin bertahan bersama mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...