Sebelum nulis isi judul di atas
itu di sore-sore gini niatnya sambil ngabuburit hehe. Gue aja yang baca tulisan
gue sendiri ketawa ngakak, kenapa ini isinya puitis banget yak wkwkw. Apalagi
kalian wkwkkw seorang Anggita yang biasanya nulis dan terinspirasi gak
jauh-jauh dari dunia si kulit bundar alias sepakbola bisa nulis sampe puitis
gini hehhe. Oke langsung lanjut aja bray :D
Awal berjumpa dan dimana
perkenalan kita bisa dibilang cukup lumayan tidak terlalu lama ataupun sebentar
kedekatan kita ini. Kau memberikan begitu banyak perhatian kepada ku yang kau
tuangkan untuk ku hingga akhirnya hati ku mencair bagaikan salju di kutub
Utara. Tanpa ku sadari cinta yang tak ku mengerti saat dengan mu hadir tepat
dihati ku. Tak bisa ku menghindarinya, Tuhan tau ini jalan ku bagaimana pilihan
ku Tuhan tau semua itu. Begitu saatnya tiba kau mengatakan kata-kata yang sama
sekali aku tak menyangka kau berkata ucapan yang sangat sangat membuat ku
tersenyum. Hati ku semakin meleleh bagai karang yang di terjang ombak, seperti
Kapal yang terombang-ambing di tengah Samudra yang sangat luas.
Ku percayai cinta mu Tulus untuk
ku setiap pesan singkat mu meyakikan ku, bahwa kau adalah seseorang yang pantas
untuk ku. Setiap saat perhatian itu datang, ku sadari aku mulai jatuh kepada
hati mu. Hingga akhirnya kita menjalin hubungan yang di sebut dengan pacaran.
Hari pertama berstatus pacaran atau menjadi kekasih mu begitu indah. Banyak
rayuan yang kau berikan kepada ku dengan ketikan tangan mu sampai berdering di
ponsel milik ku. Saat kenyamanan dengan mu mulai hadir, satu minggu berlalu aku dan kamu bersama
sangat baik-baik saja tanpa hambatan yang sangat terjal. Dua minggu berlalu
hubungan ku dengan mu sedikit tergoncang bagaikan di terpa badai yang sangat
Dahsyat. Aku berdo’a pada Tuhan agar hubungan ini tak mudah rapuh dan jatuh.
Hati ku begitu sedih saat di
salah satu jejaring sosial melihat kau begitu dekat dengan orang lain. Hingga
ku terbuang begitu saja, entah apa yang ada di pikiran mu. Aku hanya ingin
kamumenghargai ku sedikit saja. Aku seorang wanita yang ingin menjadi orang
yang spesial di hati mu hanya itu tujuan ku. Jujur saat aku mulai sangat
teramat mencintai mu, mengapa kau erubah begitu cepat. Kau seakan-akan hilang
bagai matahari di telah ke gelapan malam. Tak ada lagi rayuan mu untuk ku, tak
ada lagi Good Night mu untuk ku, tak ada lagi Morning mu untuk ku, dan tak ada
lagi rakaat mu untuk ku. Yang ada hanya sikap diingin mu, saat ini diingin dan
beku bagaikan Es yang sangat sangat sulit untuk mencair.
Setiap kali ku mengetik pesan
singkat untuk mu dan bertanya kepada mu ‘Kenapa kamu berubah’ jawab mu hanya
‘Aku gak berubah, aku memang seperti ini’. Tapi aku merasakan perubahan sikap
mu kepada ku. Ini aku yang merasakan hingga akhirnya ku ingin tau di mana letak
kesalahan ku pada mu. Ku Rasa tidak ada ???
Aku ingin kita seperti dulu,
seperti dulu : ( dimana hanya ada aku dan kamu menjadi kita : ). Aku rindu,,
sangat teramat rindu pada hal itu kejadian itu, dimana kita bertemu dengan
singkat. Dan masih ku ingat saat ku begitu bingung dengan tugas-tugas ku, saat
bantal yang sangat amat aku impikan bisa ada di dalam kamar ku. Dan itu terjadi
karena mu, karena mu, ya karena kamu. Kau datang menghapus kepedihan ku saat,
saat dimana aku sedang mencoba mempulihkan diri dari rasa kecewa yang sangat
mendalam melihat orang yang ku sayang pergi tanpa sebab. Kau membuat ku
tersenyum kembali : ).
Entah apa semuanya berubah yang
aku tau, aku menangis, begitu sedih saat ini, ya saat ini saat kau perlahan tak
ada kabar untuk ku. Saat dimana hubungan kita sedikit renggang, tak seperti
dulu. Aku sangat ingin mempertahankan hubungan ku dengan mu, karena ku
terlanjur mencintai mu. Andai diri mu tau apa maksud pesan singkat ku yang ku
kirim untuk mu, ya aku cemburu sangat cemburu. Tapi aku tak bisa melarang mu,
karena aku hanya seorang pacar mu. Inti semuanya aku terlanjur, terlanjur mencintai
mu dengan sepenuh hati hingga hari ini tak ingin pergi dengan cepat. Masih
ingin bertahan bersama mu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar