Total Tayangan Halaman

Rabu, 31 Juli 2013

RASA KU -_-


Dari awal aku ambigu dengan kejadian ku saat SMP ini terulang begitu bimbang dan hammer. Aku bingung apa yang ku rasakan saat bersama mu, apakah rasa cinta atau rasa takut. Ya rasa takut rasa yang sangat aku takutkan saat suatu saat kamu akan pergi jauh dari aku. Dan firasat ku sangat tepat begitu kamu memberikan sinyal-sinyal begitu banyak untuk ku dan akhirnya kamu menyatakan kata-kata itu aku sempat bimbang akan menjawabnya, dalam hati ku berkata “Aku takut suatu saat akan kehilangan kamu”. Dan ternyata firasat ku tepat untuk saat ini 1 agustus 2013. Kau benar-benar tidak ada untuk ku lagi, memang dari awal aku suda menduga ke dekatan kita ini hanya untuk sesaat dan setiap malam aku selalu bertanya pada Tuhan “Tuhan apa kedekatan ku dengannya akan bertahan lama ?. hmm ku rasa tidak entah beberapa bulan kedepan bagaimana sikap mu pada ku” .
Rasa ku semakin menjadi saat kamu mulai menjauh perlahan dari ku, jujur aku tak mengerti dengan semua ini sampai membuat gelisah memikirkan apa ini yang terjadi dengan ku atau kamu -_-. Aku beruntung punya sahabat-sahabat yang selalu kasih saran pada ku tentang perubahan sikap mu, mereka semua menyarankan agar aku “bersabar”. Tapi sampai kapan ?? sampai puncak kesabaran ku habis dan mulai ku berani kan untuk bertanya pada mu,
Kenapa harus kamu ? kenapa harus kamu ? yang menghadirkan tanda tanya dan bisu yang menyeringai santai kenapa HARUS KAMU !!!! >.< kenapa harus kamu yang dulu berucap janji pada ku !!! kenapa harus kamu yang tiba-tiba datang dan menyelonong masuk ke pintu hati ku dan dengan mudah pergi keluar pintu hati ku -_- yang membuat ku jatuh cinta hingga membuat luka di hati, aku masih belum tau dan tak mengerti dengan semua ini kenapa harus kamu???? Kenapa harus kamu yang mampu memaksa otak ku ini bergerak memikirkan mu. Kenapa HARUS KITA !! BUKAN MEREKA.
Aku telah melawan rasa takut ku, hanya untuk mencintai kamu. Kenapa harus kamu ? yang mengubah rasa takut ku menjadi sebuah keberanian kecil. Jangan biarkan waktu terus terbuang  hanya karena kamu yang sangat sulit untuk ku lupakan walau hanya beberapa saat, kenapa harus KAMU ????? yang mampu membuat ku melamun sepanjang waktu, yang menjadi sebab jatuh air mata ku ini.


Minggu, 21 Juli 2013

Entah


Sebelum nulis isi judul di atas itu di sore-sore gini niatnya sambil ngabuburit hehe. Gue aja yang baca tulisan gue sendiri ketawa ngakak, kenapa ini isinya puitis banget yak wkwkw. Apalagi kalian wkwkkw seorang Anggita yang biasanya nulis dan terinspirasi gak jauh-jauh dari dunia si kulit bundar alias sepakbola bisa nulis sampe puitis gini hehhe. Oke langsung lanjut aja bray :D

Awal berjumpa dan dimana perkenalan kita bisa dibilang cukup lumayan tidak terlalu lama ataupun sebentar kedekatan kita ini. Kau memberikan begitu banyak perhatian kepada ku yang kau tuangkan untuk ku hingga akhirnya hati ku mencair bagaikan salju di kutub Utara. Tanpa ku sadari cinta yang tak ku mengerti saat dengan mu hadir tepat dihati ku. Tak bisa ku menghindarinya, Tuhan tau ini jalan ku bagaimana pilihan ku Tuhan tau semua itu. Begitu saatnya tiba kau mengatakan kata-kata yang sama sekali aku tak menyangka kau berkata ucapan yang sangat sangat membuat ku tersenyum. Hati ku semakin meleleh bagai karang yang di terjang ombak, seperti Kapal yang terombang-ambing di tengah Samudra yang sangat luas.
Ku percayai cinta mu Tulus untuk ku setiap pesan singkat mu meyakikan ku, bahwa kau adalah seseorang yang pantas untuk ku. Setiap saat perhatian itu datang, ku sadari aku mulai jatuh kepada hati mu. Hingga akhirnya kita menjalin hubungan yang di sebut dengan pacaran. Hari pertama berstatus pacaran atau menjadi kekasih mu begitu indah. Banyak rayuan yang kau berikan kepada ku dengan ketikan tangan mu sampai berdering di ponsel milik ku. Saat kenyamanan dengan mu mulai hadir,  satu minggu berlalu aku dan kamu bersama sangat baik-baik saja tanpa hambatan yang sangat terjal. Dua minggu berlalu hubungan ku dengan mu sedikit tergoncang bagaikan di terpa badai yang sangat Dahsyat. Aku berdo’a pada Tuhan agar hubungan ini tak mudah rapuh dan jatuh.
Hati ku begitu sedih saat di salah satu jejaring sosial melihat kau begitu dekat dengan orang lain. Hingga ku terbuang begitu saja, entah apa yang ada di pikiran mu. Aku hanya ingin kamumenghargai ku sedikit saja. Aku seorang wanita yang ingin menjadi orang yang spesial di hati mu hanya itu tujuan ku. Jujur saat aku mulai sangat teramat mencintai mu, mengapa kau erubah begitu cepat. Kau seakan-akan hilang bagai matahari di telah ke gelapan malam. Tak ada lagi rayuan mu untuk ku, tak ada lagi Good Night mu untuk ku, tak ada lagi Morning mu untuk ku, dan tak ada lagi rakaat mu untuk ku. Yang ada hanya sikap diingin mu, saat ini diingin dan beku bagaikan Es yang sangat sangat sulit untuk mencair.
Setiap kali ku mengetik pesan singkat untuk mu dan bertanya kepada mu ‘Kenapa kamu berubah’ jawab mu hanya ‘Aku gak berubah, aku memang seperti ini’. Tapi aku merasakan perubahan sikap mu kepada ku. Ini aku yang merasakan hingga akhirnya ku ingin tau di mana letak kesalahan ku pada mu. Ku Rasa tidak ada ???
Aku ingin kita seperti dulu, seperti dulu : ( dimana hanya ada aku dan kamu menjadi kita : ). Aku rindu,, sangat teramat rindu pada hal itu kejadian itu, dimana kita bertemu dengan singkat. Dan masih ku ingat saat ku begitu bingung dengan tugas-tugas ku, saat bantal yang sangat amat aku impikan bisa ada di dalam kamar ku. Dan itu terjadi karena mu, karena mu, ya karena kamu. Kau datang menghapus kepedihan ku saat, saat dimana aku sedang mencoba mempulihkan diri dari rasa kecewa yang sangat mendalam melihat orang yang ku sayang pergi tanpa sebab. Kau membuat ku tersenyum kembali : ).
Entah apa semuanya berubah yang aku tau, aku menangis, begitu sedih saat ini, ya saat ini saat kau perlahan tak ada kabar untuk ku. Saat dimana hubungan kita sedikit renggang, tak seperti dulu. Aku sangat ingin mempertahankan hubungan ku dengan mu, karena ku terlanjur mencintai mu. Andai diri mu tau apa maksud pesan singkat ku yang ku kirim untuk mu, ya aku cemburu sangat cemburu. Tapi aku tak bisa melarang mu, karena aku hanya seorang pacar mu. Inti semuanya aku terlanjur, terlanjur mencintai mu dengan sepenuh hati hingga hari ini tak ingin pergi dengan cepat. Masih ingin bertahan bersama mu.

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...