Total Tayangan Halaman

Minggu, 31 Maret 2013

10 PEMAIN LOYALITAS UNTUK KLUBNYA MASING-MASING


10 pemain dengan loyalitas tanpa batas


Sepakbola tidak melulu tentang prestasi dan uang. Nilai-nilai kehidupan bisa dipetik dari olahraga nomer satu dunia tersebut salah satunya adalah loyalitas.

Tidak banyak pemain yang memiliki kesetiaan untuk tetap berkomitmen dalam sebuah klub. Kembali uang menjadi penghalang ketika seorang pemain telah berniat untuk bertahan.

Namun ada beberapa pemain di Eropa bahkan di dunia yang mampu menjali legenda karena loyalitas yang mereka miliki. Siapa saja? berikut 10 pemain dengan loyalitas tanpa batas versi Hai Magazine.

10. Paul Scholes
Jika menilik perjalanan Sir Alex Ferguson selama menukangi Manchester United, ada beberapa pemain yang disebut-sebut sebagai Fergie Babes. Salah satunya adalah Paul Scholes. Memulai debutnya pada 21 September 1994, Scholes menjelma sebagai salah satu kekuatan United dalam 15 tahun terakhir. Kontribusinya untuk The Red Devils telah melahirkan beberapa gelar termasuk 10 gelar Liga Inggris. Sempat memutuskan pensiun di tahun 31 Mei 2011, Scholes kembali setelah diminta oleh Fergie untuk mengisi lini tengah United yang kosong pada 8 Januari 2012. Hingga kini, Scholes telah bermain sebanyak 713 laga bersama kubu Old Trafford.

9. Raul Gonzales
Dunia mengenal Los Galaticos yang diusung Real Madrid media 2000 hingga 2006 sebagai tim terbaik dunia. Namun publik tidak akan melupakan sosok legendaris, Raul Gonzales. Pangeran Bernabeu ini mungkin bukan pemain yang bisa disebut sebagai One-Club Man. Namun kontribusinya untuk Real Madrid tak dapat digantikan siapapun. "Dia adalah pemain terhebat yang pernah saya temui." puji Luis Figo. Menjalani debut pada 19 Oktober 1994, Raul sukses mencetak 373 gol dalam 864 pertandingan bagi Madrid. Raul pun terpaksa hengkang dari skuad Jose Mourinho pada 2010 dan bergabung dengan tim Jerman, Schalke 04.

8. Alessandro Del Piero

Publik Delle Alpi mengenalnya sebagai Pangeran Turin. Tetapi dunia sepakbola mengenalnya sebagai satu pemain terloyal yang pernah bermain di Serie A. Kontribusinya mengalahkan gaji yang diterimanya dalam 19 musim karirnya sebagai pemain Juventus. Del Piero juga menjadi salah satu dari sedikit pemain yang tidak memutuskan hengkang ketika Bianconerri terjun ke Serie B karena kasus Calciopoli. Torehan golnya pun sangat menakutka dengan 290 gol dalam 705 laga. Hanya keputusan manajemen yang tidak memperpanjangnya yang membuat Del Piero hengkang dari Turin.

7. Ryan Giggs
Usianya hampir memasuki kepala empat namun kontribusinya untuk Manchester United belum juga habis. Ryan Giggs telah menjadi seorang legenda untuk publik Old Trafford bahkan semenjak ia melakukan debutnya pada 2 Maret 1991. 23 musim sudah dihabiskan pria Wales untuk tetap berkostum Manchester United. Raihan golnya yang 168 gol sebanding dengan jumlah laga yang dimainkan hingga kini, 933 pertandingan. Komitmen besar Giggs yang mengkesampingkan uang membuat dirinya dianugrahkan Golden Foot Award pada 2011 lalu. Pria 39 tahun tersebut masih akan membela United musim depan.

6. Matt Le Tissier
Lahir sebagai seorang warga Inggris tidak membuat Matthew Le Tissier berminat untuk mengenakan kostum Timnas Inggris. Mantan pemain yang hanya berlaga delapan kali untuk The Three Lions lebih fokus untuk menatap karirinya bersama Southampton. Kesetiaan Le Tissier untuk Soton mampu mengalahkan hasrat dua tim London, Tottenham Hotspur dan Chelsea yang ingin meminangnya pada 1995 dan 1996. Berposisi sebagai striker, pria 44 tahun langsung menjelma sebagai tukang gedor nomer satu di Inggris. 210 gol dalam 540 laga berhasil disumbangkan Matthew Le Tissier sepanjang 16 tahun karirnya bersama Southampton. Sayang, tidak ada gelar yang berhasil ia sumbangkan untuk publik St Mary.

5. Tony Adams
Tegas dan loyal. Dua hal yang mampu menggambarkan sosok Tony Alexander Adams MBE. Terlahir sebagai seorang pemimpin, Adams memiliki perjalanan karir yang sangat sukses. Sekali lagi, uang bukan menjadi hal yang diutamakan Adams selama 22 tahun berkostum The Gunners. Sebutan One-Club Man langsung tersematkan di diri Adams kala membawa Arsenal menjuarai tiga gelar Liga Inggris, tiga Piala FA dan dua Piala Liga. Adams pun mengakhiri karirnya di akhir musim 2001-2002 dengan total penampilan sebanyak 672 laga dan torehan 48 gol. Demi menghormati sang mantan kapten, Arsenal memajang patung Tony Adams di depan Stadion Emirates.

4. Jamie Carragher
"An absolute legend of a player" ucap Robbie Fowler kala mendengar Jamie Carragher pensiun di akhir musim. Ungkapan Fowler tersebut seakan mewakili perjalanan karir Carragher selama 17 tahun bersama Liverpool. Melakukan debut pada Oktober 1996, pria 36 tahun menjadi salah satu pemain yang membawa The Reds memenangkan drama final Liga Champions 2005 di Istanbul. Dia juga menjadi pemain yang menghantarkan Liverpool memenangkan treble winners di tahun 2001 lalu. Total 729 laga telah dimainkan Carragher bersama The Reds dengan torehan empat gol. Nama Jamie Carragher akan selalu dikenang publik Anfield sebagai seorang petarung lini belakang terbaik Liverpool.

3. Franco Baresi
Nama Franco Baresi akan selalu muncul jika membicarakan tentang AC Milan. Yap, pemain yang pernah membela Rosonerri sebanyak 719 laga tersebut dinobatkan sebagai salah satu bek tengah terbaik sepanjang masa. Bahkan, Baresi disebut sebagai pemain terakhir di Eropa yang sukses memainkan peran sebagai Sweeper di jantung pertahanan. Tidak hanya tanggu di lini belakang, Baresi juga lihai dalam mencetak gol jika dilihat dari 33 gol yang berhasil ditorehkannya. Selama 20 tahun karirnya bersama AC Milan, Baresi sukses menyumbangkan tiga Liga Champions dan enam gelar Scudetto. Demi menghormati Baresi, AC Milan pun turut memensiunan nomer punggu enam yang dikenakan Baresi sepanjang karirnya.

2. Steven Gerrard
Inggris patut berbangga bisa memiliki sosok hebat seperti Steven Gerrard. Kapten Liverpool dan Timnas Inggris ini benar-benar menjadi contoh bagi pesepakbola dunia. Sikapnya yang tegas dan santun tidak menutupi kegarangannya di tengah lapangan. Chelsea, Real Madrid hingga Manchester United pun menyerah tiap kali Gerrard berkata 'Bukan uang yang saya cari'. Aksi kepahlawanan seorang Steven Gerrard sering dijadikan sebuah kisah yang menarik untuk dibahas. Pria yang telah membela The Reds sebanyak 623 laga dalam 14 tahun karirnya ingin ia tutup dengan raihan satu gelar Liga Inggris yang selalu dimimpikannya.

1. Paolo Maldini
Terlahir untuk memimpin AC Milan. Kalimat tersebut pantas disematkan langsung kepada sosok legendaris, Paolo Maldini. Memiliki darah pesepakbola dari sang ayah, Cesare, Maldini menjelma sebagai salah satu bek terbaik dunia yang pernah dimiliki AC Milan. Pemain yang dijuluki II Capitano tersebut menghabiskan 25 musim berkarir di San Siro. 902 laga pernah dia mainkan bersama AC Milan dengan torehan 33 gol. Tujuh gelar Serie A dan lima gelar Liga Champions sukses menutup karir Maldini pada Juni 2009 lalu.

Sabtu, 30 Maret 2013

She is my best friend part 2


Halooo.....
Haloo... haloo..
Ada yang baca mau baca gak ya ??
Gue mau cerita ni,, liat kan judul di atas :D heheh mau tau gk ? mau ya ya ya? Okeoke gue tau kok loe pada mau kok 8). Jangan bilang gue sok inggris karena itu emang kenyataan wkwkwk..bener apa nggk artinya yaudah loe lanjutin baca aja yaaa. Gini ni ceritanya
          Gue itu punya sahabat ada banyak si. Wkwkw (enggk deng, sahabat gue Cuma beberapa, kalo temen yang banyak) entah dari mana persahabatan gue muncul sama Kartini dwi cahyaningsih follow ni twitternya @JengNyo888 yang jelas gue gk tau : ) hahhaha
Lanjut lagi deh jangan banyak ketawa ntr malah gak jadi-jadi tulisan gua ini  :/ . awalnya kenal juga enggak sama gue sama dia. Dulu pas pertama masuk SMP gue beda kelas sama dia, dia masuk kelas 74 dan gue 75. Dan tegor-tegoran pun gk pernah sama sekali, jangankan nyapa senyum aja gk pernah :D (yah loe semua pasti pernah ngerasain pas pertama kali jadi junior, rasanya itu takut-takut gitu sama anak yang laen). Ehh balik lagi,, balik lagi pas kelas 8 gue sekelas sama dia. Jujur anaknya pendiem bangett, yah loe semua tau lah gue ini maunya di tegor duluan :D haha,, gk berani kalo mau nyapa duluan. Satu hal yang gue takutin !! dikacangin :/ gue mulai deket sama dia pas kelas 8 semester 2 anaknya asik bisa ngimbangin gue. Hehe mungkin gak semua temen-temen gue bisa ngimbangin gue karena gue itu orangnya super duper bangetttt cerewet. Wkwkkwk 8)
Dan pas kelas 9 gue sekelas lagi sama dia, anaknya baik dan gk aneh-aneh. Jujur aja gue lebih suka temenan sama orang itu yang biasa-biasa aja dan gk neko-neko : ) . sekarang gue satu SMK sama dia di salah satu SMK swasta di Jakarta Selatan.
Ni gue kasih tau fotonya dia : ) 
 
Gue biasa panggil dia Ajeng biar lebih gampang aja, pendek, dan singkat hehe. Padahal ni ya mungkin di akte kelahirannya gk ada nama Ajeng nya ckck. Gue sih ikut-ikut aja manggil dia ajeng juga pas SMP. Sama kayak Andinda Juliantri @dindaajuliantri “YOU’LL NEVER WALK ALONE” Slogan ini mungkin tepat buat sahabat-sahabat gue :’). Dia juga gua racunin biar suka sama sepakbola juga khususnya Arema Indonesia ckckkc, awalnya itu gara-gara irfan bachdim dia suka bola tapi setelah bachdim terkenal dan banyak fansnya dia jadi males deh akhirnya dia jadi penggemar dari purwaka yudhi pratomo salah satu pemain bertahan yang dimiliki Arema. hehhe  dan dia juga merupakan fans XOXI heheh ,, salah satu boyband milik Indonesia negeri gue tercinta 8). Belom lama ini dia gue racunin lagi biar suka bola luar negeri (BPL) dan akhirnya menjadi seorang Gooners sebutan fans Arsenal. Heehee.. gimana ceritanya ?? hehheh besok-besok gue cerita bola lagi kok tenang aja pasti gue akan ceritain lagi : )

Kamis, 28 Maret 2013

☆ Steven Gerrard : Aku bukan pahlawan☆


Steven Gerrard : Aku bukan pahlawan



Cerita ini dimulai dari seorang pemuda pemalu kelahiran Whiston, Inggris. Steven Gerrard namanya, ditolak ketika ingin masuk akademi sepakbola FA saat berusia 14 tahun. Diapun tak terpilih dalam skuat Timnas Inggris usia 15 tahun. Namun ketika Inggris menggelar laga uji coba internasional melawan Swedia di Stockh olm jadi hal yang sangat istimewa bagi gelandang yang telah ditetapkan sebagai legenda Liverpool tersebut.
Gerrard menjadi sedikit dari sekian banyak orang Inggris yang mampu tampil memperkuat The Three Lions mencapai 100 pertandingan. Hanya ada enam pemain dalam kurun waktu lebih dari 140 tahun mampu mencapai 100 caps untuk The Three Lions.

"Mencapai ini adalah sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Memperkuat Inggris di 100 pertandingan adalah sesuatu yang tak bisa dipercaya buatku dan keluargaku. Ketika membicarakan ini bulu kudukku jadi merinding," kata Gerrard dilansir dailymail.co.uk, Rabu (14/11/2012).

Memang ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika Gerrard mampu mencapai hal tersebut. Apalagi hanya sedikit pemain dalam kurun waktu puluhan tahun yang mampu mencapainya.

Berawal dari sebuah panggilan pelatih Timnas Inggris tahun 2000, Kevin Keegan, Gerrard pun terus melenggang menjadi duta Inggris di setiap turnamen besar.

Kemenangan 5-1 Inggris atas Jerman di Muenchen pada tahun 2001 adalah kenangan terindah yang pernah diukir Gerrard. Saat itu dia mencetak gol perdana dan menyatakan itu adalah momen emas sepakbola Inggris secara umum.

"Saya ingin mengatakan bahwa saat itu adalah tim terkuat Inggris yang pernah saya mainkan. Kami punya tim berimbang antara pemain muda dan tua. Kami juga memiliki beberapa pemain kelas dunia," ujar Gerrard.

Namun tak semua kenangan itu indah. Kenangan terburuk yang pernah dirasakan pemain yang biasa dipanggil Stevie-G ini adalah ketika dia gagal mengeksekusi penalti ke gawang Portugal di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006 hingga menyebabkan Inggris keluar dari turnamen tersebut.

"Kami selalu tidak beruntung ketika adu penalti. Mengambil penalti untuk tim Inggris seperti sebuah hukuman yang sangat berat. Kaos yang saya pakai terasa sangat berat dan selanjutnya Anda harus bertanggung jawab atas hal tersebut," ungkapnya.

Di usia yang sudah 32 tahun, Gerrard tentunya menyadari bahwa dirinya takkan lama lagi pensiun dari timnas. Untuk itu dia segera memandang masa depan Inggris dengan beberapa generasi yang akan melanjutkannya.

"Generasi muda sekarang punya tantangan yang lebih berat. Sebab semua orang ingin mengetahui Inggris. Ada banyak media yang akan menyaksikan Sky, ESPN, Al Jazeera, dan media sosial akan menyaksikan mereka," katanya.

Namun demikian, Gerrard tetap optimistis dengan masa depan sepakbola Inggris jika melihat beberapa penerusnya seperti Jack Wilshere, Raheem Sterling, atau Wilfried Zaha yang sudah mulai nampak matang.

"Memiliki pemain seperti Wilshere adalah sebuah keberuntungan buat Inggris. Dia pemain fantastis dan bertalenta. Dan jika kami bisa menghasilkan banyak pemain seperti Wilshere maka kami akan bisa berbicara banyak di turnamen-turnamen internasional," katanya.

Pada akhirnya Gerrard sebenarnya masih bisa jadi pahlawan Inggris dengan memecahkan rekor legenda Timnas Inggris Peter Shilton yang mencapai rekor penampilan 125 caps buat Three Lions. Tapi Gerrard ternyata mengaku bukan seorang pahlawan.

"Dalam sepakbola, status pahlawan atau legenda terlalu mudah diberikan. Sejauh ini Inggris hanya memiliki 11 pahlawan yang telah berhasil menjuarai Piala Dunia. Sisanya yang lain belum benar-benar bisa dikatakan pahlawan," pungkas Gerrard.

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...