Total Tayangan Halaman

Senin, 20 Agustus 2018

Rindu tak terbendung

Sayang . . .
Ucapku dalam hati

Pagi ini kamu berbeda

Siang ini kamu berbeda

Malam ini kamu berbeda

Aku tak tahu ini
Mengertimu menurut versiku, mungkin hanya perasaanku saja tapi memang sepertinya iya,

aku yang terlalu mengertimu,

kamu kemana ?

Aku tak ingin menganggap semua yang terjadi beberapa hari ini menyebalkan, terkesan aku ‘terpaksa’ mengertimu.

Aku tak meminta semua waktumu untuk ku bukan ?
Tidak, aku tidak pernah seperti itu. Hanya terkadang aku ingin di temani, merasakan hadirmu. Seperti dulu

Merasakan getar ponsel ku diselah selah kesibukanku bekerja

Notif pesan di ponselku setiap hari

Video call di jam jam aku kerja

Menelpon ku di jam jam saat aku dikantor

Sayang, apa kamu tau? Aku kecanduan akan semua itu

Apa itu salah ?

Aku mengertimu, sangat, dengan segala kesibukanmu. Meski kadang di sudut hati yang lain aku merasa sesak, iya.

Aku sesak pada rinduku sendiri,
Rindu yang tak berujung.
Harusnya aku bisa sepertimu, menelan rindu dengan segudang kesibukan.

Tapi aku bukan kamu.
Aku wanita biasa seperti wanita lainnya, yang terkadang merasa lelah dan ingin di temani, di dengarkan.
Ya aku tahu mungkin terlalu memaksa keadaan jika aku seperti ini.

Aku tahu waktu mu bukan hanya untuk ku. Kamu punya kesibukan sendiri yang memang harus di selesaikan. Tapi apa tak boleh aku meminta mu seperti kamu yang dulu yang selalu mengganggu ku.

Kamu tahu ?
Aku rindu itu . . .

Mungkin salahnya di sini aku terlalu punya banyak waktu untuk KITA. Hingga aku merasa terabaikan, dan kamu hanya punya waktu sedikit untuk kita hingga kamu merasa terbebani ketika aku merengek seperti anak kecil pada mu.

Maaf aku tahu, aku salah

Kamu sibuk,
aku tau,
aku juga tak merengek-rengek minta waktumu untuk ku.

Kamu yang minta kan ? aku harus mengertimu,

Memahami keadaanmu di sana.

Menerima segala kejahatan yang mengatasnamakan kesibukanmu di sana, aku mengerti pakai sangat teramat mengerti.

Bahkan dengan cueknya mengabaikan rinduku sendiri. Bukan aku yang meminta, tapi rindu ini.

Aku memahami,
Membiarkanmu dengan kesibukanmu tanpa berusaha protes, membiarkan kamu tanpa ingin mengganggu.

Aku menunggu kamu di setiap waktu yang ada kecuali kalau aku tidur.

Aku hanya mendapat sisa dari 24 jam waktu kamu, Mengalah, berpura-pura aku juga mau tidur, menghabiskan sisa malam dengan lamunan.

Dari semua sikap ku yang menurut mu aneh . Aku hanya ingin tolong kamu jangan berubah,

tetap seperti dulu,

Seperti kamu yang dulu yang selalu mengganggu ku.
Apa aku pernah marah ketika kamu mengganggu jam sibuk ku ?

Apa aku pernah mengucap kata tak mengenakan ketika kamu mengganggu ku ??

Tidak kan ?

Tapi kenapa ketika aku yang berbalik melakukan hal seperti itu wajah mu kusut.

Aku tau, Aku Salah . . .
Aku terlalu mencintai mu

Dari aku
-Aku adik kelasmu

Jumat, 17 Agustus 2018

Waktu yang Menjawab

Semua Tentang mu

Malam ini diingin , , ,
Tapi ku mohon tidak untuk hati mu

Kamu . . . .
yang selalu hadir di setiap langkahku

Kamu . . .
Sesuatu yang terlalu sulit untuk di gambarkan

Kamu . . .
Orang yang susah untuk ditebak jalan pikirannya

Kamu . . .
Orang yang membuatku sering mengharapkan sebuah keajaiban

Kenapa harus kamu?

kenapa bukan orang lain?

Kenapa harus kamu?

Orang yang ku kirim kan doa di tahun 2012 itu.

Kenapa harus kamu?

kenapa kamu yang membuatku sabar menunggu seseorang sampai begitu lamanya?

Kenapa harus kamu?

kenapa aku masih betah berlama-lama mencintai mu tanpa kamu tahu.

Otakku berkata,aku harus melupakanmu.
melupakan orang yang seharusnya tidak ku harapkan

Tapi hati kecilku berkata, aku harus terus menunggu

Menunggu suatu jawaban dari sang pemilik semesta

Lagi lagi aku bertanya, kenapa otak dan hatiku tidak seirama?

Ingin rasanya aku berteriak. mengeluarkan semuanya yang mulai menyesakkan hatiku.

Sering aku merasa lelah untuk menunggumu yang tak kunjung memberikan jawaban yang aku inginkan.

Bagaimana bisa kamu memberi jawaban padaku. Jika aku hanya sebagai pengaggum rahasia mu kala itu

Tapi rasa lelah itu seakan hilang begitu saja saat ini setelah penantian panjang 5 tahun ku terjawab oleh sang pemilik mu.

Masih melekat di pikiranku melihatmu diam diam

Masih melekat dipikiran ku mencuri curi waktu untuk melihat tatapan tajam itu

Bola mata yang dulu membuatku tenggelam dalam keteduhan tatapan itu?
Hanya bisa kulihat dari kejauhan.

Sekarang ??
Hanya jarak beberapa senti saja ku bisa berlama lama menatapnya

Lengkungan manis dibibirmu yang mampu membuatku berangan-angan untuk bisa melihatnya kapan pun aku mau?

Suara gelak tawa yang selalu bisa membuatku tersenyum setiap saat aku bersama dengan mu

Gelak tawa itu masih ada,tapi terdengar lain di telingaku. Membuat jantung berdebar ketika sebuah kata mendarat di telinga ku

“Aku menyukaimu”

"Aku Mencintai mu"

"Kamu Cantik"

Hanya karena beberapa patah kata itu kamu membuat tersipu malu.

Bahagia

Senang

Sedih

Itu yang aku rasakan saat kamu ada didekat ku.

Jawaban dari sang pemilik semesta.
Tanpa kamu harus tahu bahwa aku mencintai mu

Tanpa aku bilang pada mu bahwa aku mencintai mu

Setelah beberapa tahun

Kamu datang dengan sendirinya tanpa ku mengundang.
Datang untuk membuka pintu hati ku dan menyatakan cinta pada ku tanpa harus ku minta. Iya di malam bergema takbir dimana mana

Ketika sebuah kata menabrak dinding telinga ku

"Kamu mau jadi pacar kakak?"

Apa kamu tidak pernah melihat mataku saat kita sedang berbicara?

Apa kamu tidak pernah melihat sebuah perbedaan dari senyumku saat kamu mengajakku berbicara?

Apa kamu tidak pernah merasakan lepasnya tawaku saat sedang bercanda denganmu?

Kamu harus tau disitu semua jawaban bahwa aku mencintai mu.

Pernahkah kamu membaca tulisan-tulisan di timeline twitter -ku?

Sebagian besar tulisan di
timeline -ku beberapa tahun lalu untuk kamu.

Seseorang yang membuatku terus menulis dan menulis.

Karena kamu adalah inspirasiku. Dalam setiap langkah hati ku

Aku tahu ini bukan sebuah kebetulan dari sang pemilik semesta.

Aku tahu ini jawaban doa-doa ku kala itu

Sayang dengarkanlah . . . .

"Buat aku jatuh cinta berkali kali pada mu"

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...