Tentang
perasaan yang mungkin masih aku pendam,,
Dalam
kesunyian ...
Dalam
kesepian ...
Disetiap
hembusan angin malam yang menemani ku saat beranjak tertidur dalam sunyi dan
sepinya malam. Malam semakin berlarut dentak jam pun terus berputar seakan
waktu memaksa ku untuk meninggalkan masa lalu ini.
Perasaan
yang mungkin masih begitu terasa sangat sakit, sesak dan masih begitu keras
menghujam hati ini sampai saat ini. Sampai dimana aku ingin berusaha sekuatnya
melawan rasa sakit ini, aku berusaha melawan setiap kali hati ini terasa sesak.
Namun apa daya hati ini selalu rapun, selalu runtuh dengan mu.
Apa kamu
tahu apa yang aku rasakan ???
Apa kamu
tahu perasaan hati ini ???
Apa kamu
paham dengan setiap gerak-gerik ku ???
Terlalu
banyak pertanyaan yang ku lontarkan pada mu dan hanya terbuang sia-sia saat
semuanya kau abaikan :’), mengabaikan diri ku, mengabaikan perasaan ini. Ku rasa TIDAK !!!
Kamu
tidak akan pernah paham melihat rasa sakit yang aku rasakan. Yang begitu keras
menggerogoti hati ini.
Apa
mungkin kamu berfikir , aku seperti sandal jepit mu ??
Yang kau
cari saat sepatu indah mu hilang ?!!
Heiiiiii
ingat aku bukan sebuah sandal :’) hati ini teriris perih. Apa kamu merasakan
??!!
Ku rasa TIDAK !!!
Hati mu terlalu keras !
Kamu
berfikir apa hati ku ini seperti batu ???
Yang kau
hantam sekeras mungkin masih bisa terlihat kokoh ???
TIDAK !
Apa kamu
tahu setiap kali hati ini kau hantam dengan dahsyatnya begitu keras rasa sesak
sakit ini masih begitu terasa :”) ?? hanya terdiam ‘ : )’ menurut ku, aku
melakukan apapun tak akan berguna lagi di hadapan mu.
Kamu tak
pernah tahu perasaan ini, hati ini ... begitu sakit saat semua yang ku lihat
baik-baik saja namun perlahan runtuh.
Bisa apa
aku ? aku tidak bisa berbuat banyak.
Heiii
kamu masih ingat janji mu ?
Heii
kamu masih ingat ucapan manismu yang kamu berikan untuk ku ?
Ku rasa itu hanya sebuah OMONG KOSONG
Heiii
kamu setega ini kamu menyakiti hati ku !!!
Heii
kamu sejahat ini kau hancurkan hati ku ;’)
Heiii
kamu ??? apa aku punya salah sampai
kau pecahkan hati ku berkeping-keping. Aku punya salah apa sampai kamu seperti
ini buat ku luka yang tergores perih begitu sangat perih. Aku masih bisa
merasakan semua rasa sakit yang kau beri, tidak akan pernah aku lupakan !!!
terlalu sakit, setiap kali aku hanya berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan
membalasnya rasa sakit ini suatu saat nanti, untuk orang-orang yang kamu sayang
dan bahkan aku harap Tuhan membalas tepat sasaran untuk kamu, iya suatu saat
nanti :’)
