Total Tayangan Halaman

Jumat, 30 Mei 2014

Tentang kita terpaksa berakhir

Tentang kita terpaksa berakhir


Dalam sebuah cerita ku ...

Dalam sebuah hidup ku ...

Dalam sebuah perasaan ku ...

Dalam perjalanan kasih ku bersama mu ...

Apakah harus berakhir ???

Apakah aku harus menyerah ???

Apakah hanya sampai sini ???

Dan akhirnya satu kata “Menyerah” itu yang terucap dari mulut ku saat ini, saat aku harus terhapus perlahan didalam hati mu, saat aku harus terhapus perlahan di pikiran mu, dan saat aku harus terhapus perlahan di setiap langkah cerita hidup mu.

Bukan menyerah karena aku sudah bosan dengan mu,

Bukan karena aku tak sayang lagi pada mu,

Bukan karena aku tlah menemukan yang lebih dari mu ...

Namun, karena perjuangan ku yang mungkin kau abaikan, kau hempaskan ku jauh dari diri mu. aku memaksa diri ku untuk menyerah memperjuangkan mu. memperjuangkan aku dan kamu yang pernah menjadi “KITA” , Iya kita yang dulu yang selalu berbagi cerita bersama walau hanya melalui sebuah benda persegi panjang dengan ukuran 8 x 4 cm. Sebuah ponsel yang menjadi saksi jalan cerita cinta kita beberapa bulan ini, beberapa hari ini, beberapa jam ini, beberapa menit ini, dan bahkan beberapa detik ini. Yang kita habiskan bersama untuk menggorekan senyum masing-masing.

Aku terpaksa menyerah dengan semua ini yang sejujurnya aku masih ingin untuk memperjuangan mu dan KITA. Hari ku yang mungkin sedikit berbeda saat bersamamu beberapa bulan ini. Aku yang selalu menggaggu aktivitas mu. hanya sekedar ingin tau kabar mu dan kamu yang selalu memberikan semangat untuk ku. Aku tak tahu semua yang kau berikan padaku. Perhatian mu yang membuat ku melangkah semakin dalam untuk mencintai mu dengan tulus. Aku tak pernah berpikir hubungan ku akan seperti ini bersama mu. tak pernah sedikitpun, yang kubayangkan aku akan selalu bersama dengan mu dan menggenggam erat tangan mu.

Aku tak tahu kenapa harus aku yang merasakan seperti ini

Aku tak tahu kenapa harus sesakit ini, saat semua ku anggap akan baik-baik saja

Sebenarnya aku tak ingin semua ini berakhir dengan cepat, aku ingin mempertahankan mu. masih ku ingat saat pertama perkenalan kita 19 mei 2013, masih ku ingat saat pertama pertemuan kita di bulan puasa. Kamu datang dari belakang dan menyapa ku, lalu menarik tangan ku perlahan. Tatapan mata mu yang seakan membuat senyum ku terlarut karena mu. Apa kamu masih mengingatnya ? tampak pucat tangan ku saat ada disamping mu. gugup yang kurasakan saat pertama pertemuan kita disalah satu tempat makan.

Aku sadar aku hanya adik kelas polos menurut mu yang selalu menjadikan mu sebuah contoh untuk ku. Kamu selama satu tahun ini ada untuk ku yang selama ini aku kagumi mu. Sayang, saat ini aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untuk mu, aku tak pernah merasakan panggilan “sayang” lagi di ponsel milik ku. Saat semua yang indah ku ingat ingin rasanya aku memeluk mu untuk sekejap. Ingin melepaskan rasa sayang ini bersama mu.

Ku pikir kamu tersenyum saat ini, tapi entah aku tak mengerti masih begitu ambigu dengan semuanya. Seorang yang mungkin datang semaunya yang membuat hubungan ini kandas ditengah jalan. Seorang yang mungkin bahagia dan merasa menang saat ini. Aku bukan kalah tapi aku menyerah tak ingin memperjang semuanya karena terlalu sakit. Makhluk sejenisku yang tega menghujam hati ku, yang berusaha memisahkan KITA. Yang ku pikir dia tidak memiliki kehidupan yang menyenangkan, hanya bisa merusak kebahagiaan ku saat ini. Kamu tau ? disini mungkin aku tidak akan dan tidak akan pernah lupa tentang duri yang kau tancam kan di jemari ku, tenang cinta yang mungkin sekedar kenangan kita.


Perjuangan ku yang mungkin berakhir, tapi tidak dengan rasa dan sesak di hati ini tidak mudah untuk terhapus walaupun waktu terus berjalan - @anggitachmelo

Kamis, 15 Mei 2014

I Don’t Know

Takdir Tuhan mungkin yang mengharapkan aku kayak gini. Untuk berjuang demi kamu -@anggitchmelo

I Don’t Know

Hmm gue gak tau mau nulis apa buat blog gue kali ini. Bingung , ambigu, hammer dan.... entahlah. Judul diatas emang gak jelas. Iya sama kayak kisah cinta gue belum jelas -__-. Halah apa banget gue. Gak bisa buat ketawa dulu kali ini.

I Don’t Know,
Aku gak tau kenapa kamu berubah kayak gini sama aku

Aku juga gak tau sama sikap kamu yang sekarang

Aku gak tau kamu itu kenapa sama aku

Dan aku gak tau, aku gak kenal sama kamu yang sekarang


Kak ....

Apa harus sesakit ini ya sayang sama kakak ?

Apa harus sesakit ini cinta sama kakak ?

Apa harus sesakit ini tulus sama kakak ?

Apa harus sesakit ini aku bejuang demi kakak ?

Apa harus kayak gini kak ??????????

Mungkin iya jawabannya sesakit ini demi kakak, kadang aku sendiri gak ngerti sama semuanya, iya semuanya antara aku sama kamu kak. Kenapa harus aku yang kayak gini, kenapa kakak tega ya bisa kayak gini ke aku ? hmm aku bingung kak. Kakak bahagia banget kayaknya udah giniin aku. Aku tau kak, aku belom berarti apa-apa berjuang demi kakak Cuma nunggu 7 bulan biar kakak jadi milik aku dan akhirnya kesampean juga. Aku bahagia banget kak, bahagia banget waktu bisa sama kakak. Tapi kenapa kakak berjuang diawal aja ? kenapa kak ? kalo kakak cuman mau jadiin sesaat, kenapa harus aku kak ??? apa salah aku ke kakak sampe kakak kayak giniin perasaan aku ???? hmm apa kak salah gita ke kakak ??? apa kak ? sampe kakak kasih aku sakit kayak gini. aku gak ngerti kak, kenapa kakak gini ke aku. Padahal aku udah sayang banget sama kak, berjuang demi kakak gak mudah loh kak. Tapi kakak abaiin gitu aja perjuangan aku. Oke gak masalah ko. Asal kakak bahagia ; ).

Aku tau kak waktu itu keputusan aku sedikit salah di mata aku, tapi gimana kak aku udah gak kuat. Aku sayang sama kakak. Tapi...... kakak gak pernah ngerti sama perasaan aku. Kakak yang selalu ngambek seketika sama aku, dan aku gatau salah aku dimana sama kakak. Kakak berubah saat kakak jadi orang yang bener-bener aku milikin. Kakak sadar gak ??? kakak itu lebih EGOIS !!! iya kak EGOIS !!! E-G-O-I-S . Gak pernah bisa menghargai aku malahan. Apa yang aku lakuin kalo menurut kakak gak suka salah, apa-apa salah -_-


Saat kakak selalu gituin aku, sakit kak sakit banget tapi aku coba buat minta “MAAF” walau aku gak tau letak salah aku ke kakak dimana. kakak lagi bete sama orang bahkan sama diri kakak sendiri, tapi aku selalu kena sama kakak. Nyesell ????? aku gak pernah nyesel ko kak. Kenal dan bisa pernah  jadi pacar kakak. Gak kak gak pernah nyesel. Tapi yang aku sayangin kenapa harus sesakit ini buat sayang sama kakak -_-. Nyesek saat aku udah bahagia bisa jadi milik kakak, kenapa harus ada yang ganggu ya kak. Jujur trauma kak aku sama semuanya, ngerasa takut kejadian yang sama keulang lagi ke aku. Aku gamau kak, aku takut kak terlalu sakit kak.

Mana kak semua ucapan kakak yang pernah kakak kasih ke gita kak?

“kakak janji gak akan ninggalin gita”

“kakak gamau kehilangan gita, gita jangan kayak kmaren ya 171113”

“kan Morning buat gita always”

“kakak gamau liat adek kakak nangis. gak ada yang boleh bikin gita nangis”

Tapi ????? ahh sudah lah : )

Kamis, 08 Mei 2014

Mantan Tak Indah


Mantan Tak Indah

Heii balik lagi :D kali ini gue temanya bikin artikel hehe, gak tau deh ya bagus apa enggak. Ini juga yang ngajakin si Dewi kalo mau tau siapa Dewi bisa di follow twitternya dan ke blognya . Hehe semoga aja yang baca suka. Ohh iya artikel ini gue bikin dalam kondisi penuh banyak tugas dari guru jadi maklumin aja kalo kata-katanya kurang bagus yakk hehe. Judulnya itu sih, tapi gada kaitannya sama pribadi gue kok. Itu cuman inspirasi gue aja. Oke daripada kelamaan mendingan lanjutin aja ;D


Kamu yang dulu ...
Waktu awal pertemuan kita di salah satu sekolah tempat aku dan kamu menuntut ilmu. Disana kamu memandangi ku setiap kali pertemuan kita. Aku nampak heran jika bertemu dengan mu, dan dimana-mana aku menuju di setiap titik disekolah selalu berpapasan dengan mu. entah memang kamu yang sengaja mengikuti gerak-gerik ku ataupun suatu kebetulan yang terlalu sering aku alami. Awalnya kita tidak saling kenal, bahkan tak pernah saling sapa. Apalagi sikap ku yang sangat diingin dan kaku jika dengan orang yang tidak begitu aku kenal. Kamu yang secara diam-diam memperhatikan aku di social media milik ku. Kamu yang mencari tahu jati diri ku, kamu tahu semua tentang aku, mulai dari tim sepakbola favorite ku, pemain bola idola ku, dah band favorite ku, bahkan kamu mengetahui seseorang yang aku kagumi yaitu kakak kelas disekolah. Sampai suatu ketika kamu membuka awal pembicaraan kita. Ketika aku sedang duduk di depan kelas bersama teman-teman ku. Dan kamu tiba-tiba datang tanpa basa-basi dengan ku.
“hai, aku boleh tau nama kamu?” ucap mu dengan senyum malu pada ku.
Aku yang terkejut dengan kehadiran mu yang datang tanpa permisi terlebih dahulu aku nampak bingung. 

“aku?” ucapku bertanya padanya yang duduk disamping ku.
Dan kamu menjawabnya iya. “iya  kamu, emang siapa lagi?”ucapnya penasaran.
“aku Andin, kenapa?”

“hmm,, oke nama aku endo” ucapnya padaku.

Dan lalu kamu pergi tanpa permisi menyelonong pergi ketika sudah kuberi tahu nama ku.
Malam yang sunyi di temani semilir angin yang mengarah ke jendela kamar ku, aku yang sedang membuka social media milik ku. Dan ketika aku membukanya ada pesan dari seseorang yang baru saja tadi pagi di sekolah jam istirahat menanyakan nama ku. Ya Endo nama orang yang mengirim pesan yang berisi 

“Hai Andin;) masih inget aku?”

Lalu aku membalas pesan singkat itu “iya masih” balas ku singkat untuknya lalu dia membalasnya kembali “besok bisa ketemu di depan kelas kamu sebentar?”
“iya bisa.”

Setibanya disekolah dia telah berada di depan gerbang menunggu ku “andin” ucapnya memanggil ku “ada apa?”tanya ku padanya.

“kamu kelas berapa din kalo aku boleh tau?”

“aku XI IPA 2. Kamu sendiri ?” jawab ku dan berbalik bertanya padanya.

“Aku kelas XI IPS 3 din.” Ucapnya padaku.
“oh anak IPS.” Ucap ku singkat.

“din boleh minta nomer kamu ?” ucapnya pada ku.

“iya boleh. Oh iya ndo alasan apa sih kamu selalu tiba-tiba ketemu aku terus ?”tanya ku padanya.
“aku udah lama merhatiin kamu din”

Kamu yang sebulan ini menemani hari ku, dan membangunkan pagi ku. Kamu yang setiap hari mungkin mengganggu ku untuk beberapa detik karena pesan singkat dari mu. tapi aku ikhlas untuk membacanya setiap kali pesan itu hadir di ponsel milik ku. Aku selalu senang saat membalas pesan singkat mu itu. Sampai suatu saat setelah kita mencoba lebih dekat kamu mengatakan pada ku “din aku suka sama kamu din aku sayang sama kamu din.” Ucapnya padaku.

“ah jangan becanda deh Endo, gak suka gue !!” ucap ku padanya

“aku gak bercanda kok din. Ini serius.”

“terus gue harus gimana ya ?” ucapku padanya

“ya kamu gimana maunya?”

Manisnya cinta mu untuk ku, menyambut ku dengan sejuta kebahagian menjanjikan pada ku. Bahwa kamu akan selalu bersama dengan ku. Ku kira aku sudah bisa untuk mencoba menjalin cinta, namun nyatanya salah aku gadis dan baru duduk di kelas XI SMA yang masih bisa belum menafsirkan apa arti cinta yang benar. Egois ku ini masih terlalu besar, aku tau aku egois bahkan sangat egois. Aku memang kekasih mu namun aku adalah orang yang masa bodo dengan hal apapun, dan apapun itu tingkah laku mu tak pernah aku ingin tau. Walaupun menjadi kekasih mu aku tak pernah ingin tau kabar mu, tak mencoba menanyakan kabar mu terlebih dahulu, dan selalu kamu yang lebih dulu. Mungkin kamu bosan dengan sikap ku yang diingin dan cuek terhadapmu. Sampai suatu ketika kamu tidak memberi kabar pada ku dan aku disitu sangat ambigu dan aku merasakan aku kehilangan kamu. 

“Endo, kamu kemana?”
“endo kok sms aku gak dibales?”
“endo kamu gak ada pulsa?”
“endo....... jahat”

Beberapa pesan yang ku kirim tidak satupun dibalasnya. Aku tau ndo ini salah aku, ini keegoisan aku, aku ingin menang sendiri dan tidak ingin tahu perasaan kamu kepadaku. Tapi aku mohon Endo jangan giniin aku.
Sampai disekolah aku langsung mencari Endo dikelasnya.

“Endo mau ngoomong sebentar dong.” Ucap ku sambil menariknya keluar kelas.
“kenapa din?” tanyanya padaku.
“kamu kemana kemaren aku sms gak bales-bales?”tanyaku padanya.

“aku capek din, kalo jadi pacar kamu tapi udah kayak wartawan nanya terus ke kamu nah kamu sedikit pun gak pernah nanya keadaan aku. Kamu bales semau kamu sesuka kamu.” Jelasnya padaku.

“jadi Cuma gara-gara itu ndo kamu dendam sama aku?” tanya ku lagi.
“aku gak dendam sama kamu, Cuma kamu egois din apapun yang kamu mau harus orang lain nurutin tapi kalo orang lain mau tapi apa kamu mau nurutin din ?? mau din?? Aku rasa enggak din kamu itu keras kepala din, egois din, maunya menang sendiri, cewek manja yang terlalu cuek.” Ocehnya pada ku.

“Endo...”
“kenapa mau nangis? Aku kenapa mau bilang aku apa din, sesuka kamu lah din” ucapnya padaku.

“oke ndo hubungan kita cukup ndo sampe sini, intinya semua yang kamu bilang sayang sama aku itu bohong ndo. Kalo kamu sayang sama aku, mestinya kamu bisa nerima semua itu ndo.” Ucapku padanya dan kembali kekelas.

“yaudah din kalo itu mau kamu.”ucapnya padaku.


Aku kira hubungan ku dengan endo akan lancar seperti anak-anak seusia ku namun nyatanya tidak. Hubungan yang mungkin empat bulanan ini endo selalu nemenin aku, tapi sekarang aku harus bener-bener tanpa kamu ndo. Aku minta maaf ndo kalo aku egois atau apa selama ini tapi aku emang gini ndo sikap aku gini ndo ini mungkin kekurangan aku. Tapi kamu gak bisa nerima, semua kekurangan aku. 

Rindu tak terbendung

Sayang . . . Ucapku dalam hati Pagi ini kamu berbeda Siang ini kamu berbeda Malam ini kamu berbeda Aku tak tahu ini Mengertimu menurut...