Mantan Tak Indah
Heii balik lagi :D kali
ini gue temanya bikin artikel hehe, gak tau deh ya bagus apa enggak. Ini juga
yang ngajakin si Dewi kalo mau tau siapa Dewi bisa di follow twitternya dan ke
blognya . Hehe semoga aja yang baca suka. Ohh iya artikel ini gue bikin dalam
kondisi penuh banyak tugas dari guru jadi maklumin aja kalo kata-katanya kurang
bagus yakk hehe. Judulnya itu sih, tapi gada kaitannya sama pribadi gue kok.
Itu cuman inspirasi gue aja. Oke daripada kelamaan mendingan lanjutin aja ;D
Kamu yang dulu ...
Waktu awal pertemuan
kita di salah satu sekolah tempat aku dan kamu menuntut ilmu. Disana kamu
memandangi ku setiap kali pertemuan kita. Aku nampak heran jika bertemu dengan
mu, dan dimana-mana aku menuju di setiap titik disekolah selalu berpapasan
dengan mu. entah memang kamu yang sengaja mengikuti gerak-gerik ku ataupun
suatu kebetulan yang terlalu sering aku alami. Awalnya kita tidak saling kenal,
bahkan tak pernah saling sapa. Apalagi sikap ku yang sangat diingin dan kaku
jika dengan orang yang tidak begitu aku kenal. Kamu yang secara diam-diam
memperhatikan aku di social media milik ku. Kamu yang mencari tahu jati diri
ku, kamu tahu semua tentang aku, mulai dari tim sepakbola favorite ku, pemain
bola idola ku, dah band favorite ku, bahkan kamu mengetahui seseorang yang aku
kagumi yaitu kakak kelas disekolah. Sampai suatu ketika kamu membuka awal pembicaraan
kita. Ketika aku sedang duduk di depan kelas bersama teman-teman ku. Dan kamu
tiba-tiba datang tanpa basa-basi dengan ku.
“hai, aku boleh tau
nama kamu?” ucap mu dengan senyum malu pada ku.
Aku yang terkejut
dengan kehadiran mu yang datang tanpa permisi terlebih dahulu aku nampak
bingung.
“aku?” ucapku bertanya padanya yang duduk disamping ku.
Dan kamu menjawabnya
iya. “iya kamu, emang siapa lagi?”ucapnya
penasaran.
“aku Andin, kenapa?”
“hmm,, oke nama aku
endo” ucapnya padaku.
Dan lalu kamu pergi
tanpa permisi menyelonong pergi ketika sudah kuberi tahu nama ku.
Malam yang sunyi di
temani semilir angin yang mengarah ke jendela kamar ku, aku yang sedang membuka
social media milik ku. Dan ketika aku membukanya ada pesan dari seseorang yang
baru saja tadi pagi di sekolah jam istirahat menanyakan nama ku. Ya Endo nama
orang yang mengirim pesan yang berisi
“Hai
Andin;) masih inget aku?”
Lalu aku membalas pesan
singkat itu “iya masih” balas ku
singkat untuknya lalu dia membalasnya kembali “besok bisa ketemu di depan kelas kamu sebentar?”
“iya
bisa.”
Setibanya disekolah dia
telah berada di depan gerbang menunggu ku
“andin” ucapnya memanggil ku “ada
apa?”tanya ku padanya.
“kamu kelas berapa din
kalo aku boleh tau?”
“aku XI IPA 2. Kamu
sendiri ?” jawab ku dan berbalik bertanya padanya.
“Aku kelas XI IPS 3
din.” Ucapnya padaku.
“oh anak IPS.” Ucap ku
singkat.
“din boleh minta nomer
kamu ?” ucapnya pada ku.
“iya boleh. Oh iya ndo
alasan apa sih kamu selalu tiba-tiba ketemu aku terus ?”tanya ku padanya.
“aku udah lama
merhatiin kamu din”
Kamu yang sebulan ini
menemani hari ku, dan membangunkan pagi ku. Kamu yang setiap hari mungkin
mengganggu ku untuk beberapa detik karena pesan singkat dari mu. tapi aku
ikhlas untuk membacanya setiap kali pesan itu hadir di ponsel milik ku. Aku
selalu senang saat membalas pesan singkat mu itu. Sampai suatu saat setelah
kita mencoba lebih dekat kamu mengatakan pada ku “din aku suka sama kamu din
aku sayang sama kamu din.” Ucapnya padaku.
“ah jangan becanda deh
Endo, gak suka gue !!” ucap ku padanya
“aku gak bercanda kok
din. Ini serius.”
“terus gue harus gimana
ya ?” ucapku padanya
“ya kamu gimana
maunya?”
Manisnya cinta mu untuk
ku, menyambut ku dengan sejuta kebahagian menjanjikan pada ku. Bahwa kamu akan
selalu bersama dengan ku. Ku kira aku sudah bisa untuk mencoba menjalin cinta,
namun nyatanya salah aku gadis dan baru duduk di kelas XI SMA yang masih bisa
belum menafsirkan apa arti cinta yang benar. Egois ku ini masih terlalu besar,
aku tau aku egois bahkan sangat egois. Aku memang kekasih mu namun aku adalah
orang yang masa bodo dengan hal apapun, dan apapun itu tingkah laku mu tak
pernah aku ingin tau. Walaupun menjadi kekasih mu aku tak pernah ingin tau
kabar mu, tak mencoba menanyakan kabar mu terlebih dahulu, dan selalu kamu yang
lebih dulu. Mungkin kamu bosan dengan sikap ku yang diingin dan cuek
terhadapmu. Sampai suatu ketika kamu tidak memberi kabar pada ku dan aku disitu
sangat ambigu dan aku merasakan aku kehilangan kamu.
“Endo, kamu kemana?”
“endo kok sms aku gak
dibales?”
“endo kamu gak ada
pulsa?”
“endo....... jahat”
Beberapa pesan yang ku
kirim tidak satupun dibalasnya. Aku tau ndo ini salah aku, ini keegoisan aku,
aku ingin menang sendiri dan tidak ingin tahu perasaan kamu kepadaku. Tapi aku
mohon Endo jangan giniin aku.
Sampai disekolah aku
langsung mencari Endo dikelasnya.
“Endo mau ngoomong
sebentar dong.” Ucap ku sambil menariknya keluar kelas.
“kenapa din?” tanyanya
padaku.
“kamu kemana kemaren
aku sms gak bales-bales?”tanyaku padanya.
“aku capek din, kalo
jadi pacar kamu tapi udah kayak wartawan nanya terus ke kamu nah kamu sedikit
pun gak pernah nanya keadaan aku. Kamu bales semau kamu sesuka kamu.” Jelasnya
padaku.
“jadi Cuma gara-gara
itu ndo kamu dendam sama aku?” tanya ku lagi.
“aku gak dendam sama
kamu, Cuma kamu egois din apapun yang kamu mau harus orang lain nurutin tapi
kalo orang lain mau tapi apa kamu mau nurutin din ?? mau din?? Aku rasa enggak
din kamu itu keras kepala din, egois din, maunya menang sendiri, cewek manja
yang terlalu cuek.” Ocehnya pada ku.
“Endo...”
“kenapa mau nangis? Aku
kenapa mau bilang aku apa din, sesuka kamu lah din” ucapnya padaku.
“oke ndo hubungan kita
cukup ndo sampe sini, intinya semua yang kamu bilang sayang sama aku itu bohong
ndo. Kalo kamu sayang sama aku, mestinya kamu bisa nerima semua itu ndo.”
Ucapku padanya dan kembali kekelas.
“yaudah din kalo itu
mau kamu.”ucapnya padaku.
Aku kira hubungan ku
dengan endo akan lancar seperti anak-anak seusia ku namun nyatanya tidak.
Hubungan yang mungkin empat bulanan ini endo selalu nemenin aku, tapi sekarang
aku harus bener-bener tanpa kamu ndo. Aku minta maaf ndo kalo aku egois atau
apa selama ini tapi aku emang gini ndo sikap aku gini ndo ini mungkin
kekurangan aku. Tapi kamu gak bisa nerima, semua kekurangan aku.